Tokyo, Gontornews — Kabar mengejutkan datang dari kantor berita Jepang, NHK. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, memutuskan untuk mundur dari jabatannya karena alasan kesehatan, Jum’at (28/8).
Dalam keterangan persnya, Abe mengatakan bahwa penyakit radang usus kronis (koltis ulserativa) yang pernah dialami kambuh. Penyakit itu menyebabkan Abe lelah secara fisik. Kondisinya pun memburuk sejak pertengahan Juli.
Dokter memberikan resep untuk mengobati penyakit yang diderita Abe. Namun, dokter menyarankan Abe untuk mengonsumsi obat tersebut secara terus menerus sementara prospeknya belum jelas.
Bagi Abe, peran sebagai seorang politisi membutuhkan kecermatan dalam penilaian politik, tidak terbebani oleh penyakit serta fisik yang prima. Dengan kondisinya kesehatan yang terganggu, Abe merasa, saat ini, dirinya tidak lagi mengampu mandat dari rakyat sehingga memilih untuk mundur dari kursinya sebagai Perdana Menteri Jepang.
Abe juga mengucapkan permohonan maaf karena memutuskan untuk mengundurkan diri dalam situasi pandemi serta menyadari maish banyak kebijakan yang belum terealisasikan. Terkhusus soal gagalnya ia menyelesaikan kasus penculika warga Jepang oleh Korea Utara.
Agenda yang belum Abe selesaikan di Jepang anara lain menyelesaikan perjanjian damai dengan Rusia serta mengubah konstitusi Jepang. Karenanya, Abe berharap perdana menteri penggantinya dapat melanjutkan agendanya tersebut.
Sejumlah pemimpin dunia mengomentari pengunduran diri Abe. Sebut saja Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
“Saya ingin menyampaikan sebesar-besarnya respek kepada Perdana Menteri Shinzo Abe…. Ia seorang teman baik bagi saya,” kata Donald Trump di atas Air Force One yang dilansir Reuters.
Senada dengan Trump, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson juga mengutarakan respeknya terhadap Abe.
“@AbeShinzo telah mencapai hal-hal hebat sebagai Perdana Menteri Jepang, untuk negara dan dunia,”
“Di bawah pengawasannya, hubungan Inggris-Jepang semakin kuat baik dalam perdagangan, pertahanan hingga budaya. Terima kasih untuk semua masa pengabdian anda dan saya berharap anda sehat,” tutup Boris Johnson. [Mohamad Deny Irawan]





















