pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 22 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Perempuan-Perempuan Hebat di Balik Perjuangan Pendiri Gontor

Oleh Muhammad Husain Sanusi, Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
5 December 2024
in Kolom
0
Perempuan-Perempuan Hebat di Balik Perjuangan Pendiri Gontor

Trimurti Pendiri Pondok Modern Gontor. Foto: PMDG

Di tengah gemuruh sejarah besar Pondok Modern Darussalam Gontor yang berusia 100 tahun, terdapat nama-nama tak selalu terdengar di panggung utama. Mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang mengabdikan hidupnya di balik layar, menopang perjuangan para pendiri pesantren ini. Kisah mereka adalah tentang keberanian, pengorbanan, dan cinta yang tidak terukur.

Dari Ibu Nyai Sudarmi, seorang ibu yang melahirkan KH Ahmad Sahal, KH Zaenudin Fananie, KH Imam Zarkasyi (Trimurti), hingga para istri mereka — perempuan-perempuan ini bukan hanya pendamping, tetapi juga pejuang sejati. Mereka adalah pilar yang memastikan api perjuangan terus menyala, bahkan di saat-saat tergelap sekalipun.

Saat KH Santoso Anom Besari (ayah Trimurti) wafat pada tahun 1918, Pondok Gontor berada di ambang kehancuran. Santri menghilang, kegiatan pesantren terhenti, dan hanya tersisa masjid tua dengan atap yang berlubang.

Namun, di balik kekosongan itu, ada Ibu Nyai Sudarmi, seorang ibu yang ditinggal meninggal dunia suaminya dengan tujuh anak yang masih kecil-kecil, termasuk tiga putranya yang kelak dikenal sebagai Trimurti.

BACA JUGA

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Menjadikan Bogor sebagai Kota Pelajar

Ibu Nyai Sudarmi tidak menyerah. Ia memilih melawan takdir yang nyaris menghentikan wasiat dari leluhurnya para ulama besar Pesantren Tegalsari, untuk kembali menghidupkan Pondok Gontor yang sudah berada di ambang kemusnahan.

Dengan doa sebagai senjata utama, ia membawa anak-anaknya menghadap para ulama, memohon doa restu untuk masa depan mereka. Seorang saksi menyebut bahwa Gontor, pada masa itu, hanya ada dalam doa Ibu Nyai Sudarmi. Doa itulah yang kemudian menjadi tiang spiritual yang menopang kebangkitan Pondok Gontor.

Ia tidak hanya mendoakan, tetapi juga mendidik anak-anaknya dengan penuh keteguhan. Ibu Nyai Sudarmi sering berkata, “Sinau, sinau, sinau,”—belajarlah, belajarlah, belajarlah—mengajarkan mereka bahwa ilmu adalah jalan menuju kemuliaan.

Bukan hanya lewat doa, Ibu Nyai Sudarmi juga mengorbankan hartanya untuk keberlangsungan pendidikan anak-anaknya hingga Trimurti tumbuh menjadi pemimpin yang tidak hanya membangkitkan Gontor, tetapi juga merevolusi pendidikan pesantren di Indonesia.

Peradaban besar Gontor ternyata lahir dari seorang ibu Nyai Sudarmi yang dengan segala keterbatasannya kembali menyalakan api yang sudah mulai redup tersebut.

Ibu Nyai Sutichah, istri KH Ahmad Sahal, adalah perempuan sederhana yang berasal dari keluarga priayi di Ponorogo. Beliau merupakan santriwati Tarbiyatul Athfal, sebuah lembaga rintisan KH Ahmad Sahal ketika beliau membuka kembali Pondok Gontor pada tahun 1926.

Ibu Nyai Sutichah disekolahkan dalam kursus di Surabaya, yang setara dengan pendidikan kejuruan pada masa itu. Pendidikan ini memberinya kemampuan dasar yang berguna dalam mendukung perjuangan KH Ahmad Sahal. Ia dikenal sebagai sosok yang cakap, ramah, dan sangat mendukung langkah-langkah KH Ahmad Sahal.

Ibu Nyai Sutichah mendampingi suaminya sejak awal berdirinya Pondok Modern Gontor. Ia mendukung kegiatan pondok, termasuk membantu administrasi dan operasional pondok, serta mengelola hubungan dengan masyarakat sekitar. Ketika KH Ahmad Sahal sibuk membangun pondok, istrinya menjaga harmoni keluarga dengan penuh keikhlasan, bahkan dalam kondisi yang serba sulit.

Sementara Ibu Rabiah, istri KH Zainuddin Fananie, berasal dari lingkungan aktivis keislaman. Ia adalah seorang perempuan yang pernah aktif di organisasi pelajar Islam dan dikenal sebagai mubalighah yang cerdas.

Pernikahan mereka terjadi setelah bertemu dalam sebuah perhelatan keagamaan, di mana KH Zainuddin Fananie bertindak sebagai mubaligh.

Istri KH Zainuddin Fananie berasal dari keluarga yang juga memiliki latar belakang pendidikan Islam yang kuat. Beliau mendukung karier suaminya, yang pada masa itu berkiprah di Kementerian Sosial hingga menjadi salah satu pejabat terkemuka.

Peran istri ini sangat signifikan dalam menjaga hubungan antara Gontor dan pemerintah, termasuk memperkuat jaringan yang memungkinkan Presiden Soekarno mengunjungi Gontor pada masa awal kemerdekaan.

Istri KH Imam Zarkasyi, Ibu Siti Partiyah, berasal dari keluarga yang memiliki hubungan erat dengan Pesantren Tegalsari. Ayahnya seorang priayi bernama R Saekun Sastroprawiro, satu-satunya mantri cacar zaman Belanda untuk seluruh wilayah Karesidenan Madiun yang bertugas memberikan vaksinasi kepada masyarakat.

Sementara ibunya, Muqimah Saekun, berasal dari keluarga Kiai Joresan yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Pesantren Tegalsari.

Kalau ibunda KH Imam Zarkasyi, Nyai Kholifah merupakan putri Kiai Ageng Muhammad Besari yang keenam, maka ibu Muqimah berasal dari putra kelima, yaitu Kiai Ishak yang menjadi Kiai Coper di Ponorogo.

Keturunan Kiai Ishaq yang keempat, yaitu Mangunrejo menjadi Kepala Desa Joresan dan berputra tujuh orang, dua di antaranya menjadi kiai utama di Pesantren Joresan. Nyai Muqimah putri Kiai Ishaq yang keempat menikah dengan R Saekun Sastroprawiro yang kemudian melahirkan Siti Partiyah.

Ibu Siti Partiyah dikenal sebagai sosok intelektual dan religius. Ia menempuh pendidikan di sekolah kejuruan tingkat menengah Belanda, yang membuatnya mahir dalam bahasa Belanda dan sedikit bahasa Inggris. Kemampuan ini menjadikannya mitra yang sangat berharga bagi KH Imam Zarkasyi dalam berkomunikasi dengan tokoh-tokoh internasional yang datang ke Gontor.

Dalam mendukung perjuangan KH Imam Zarkasyi, istrinya aktif mendidik anak-anak mereka di rumah. Ia juga dikenal karena kepatuhannya terhadap nilai-nilai pondok dan kesetiaannya dalam mendukung visi besar suaminya. Salah satu kisah menarik adalah bagaimana ia berjanji kepada suaminya untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak mereka agar siap menghadapi dunia modern.

Kisah perempuan-perempuan tangguh di balik para pendiri Gontor adalah pelajaran abadi tentang keteguhan, pengorbanan, dan keikhlasan. Mereka adalah pilar tak terlihat yang menopang perjuangan besar dalam membangun Pondok Modern Gontor.

Gontor memahami pentingnya peran perempuan dalam membangun umat. Dengan berdirinya Pondok Modern Gontor Putri, nilai-nilai yang diwariskan oleh para perempuan tangguh ini dilanjutkan ke generasi berikutnya. Santriwati dididik untuk menjadi ibu yang mampu mendidik generasi mendatang dan mendukung perjuangan keluarga mereka.

Kisah perempuan-perempuan hebat di balik Gontor mengajarkan bahwa sejarah besar tidak pernah ditulis sendirian. Di balik setiap langkah besar, ada tangan-tangan lembut yang penuh pengorbanan, mendukung dari balik layar. Nyai Sudarmi dan istri pendiri Gontor adalah bukti nyata bahwa perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam membangun masa depan. Peran mereka adalah teladan, tidak hanya untuk para santri di Gontor, tetapi juga untuk setiap perempuan yang ingin menjadi bagian dari perjuangan besar umat. []

*Tulisan ini disarikan dari webinar yang digelar Alumni Gontor Tahun 2000 bertajuk Perempuan-Perempuan Tangguh di Balik Perjuangan Trimurti Pendiri Gontor, dengan narasumber utama, KH Ahmad Hidayatullah Zarkasyi. Webinar bisa diakses lewat link youube berikut: https://www.youtube.com/watch?v=hbpcmD175-g&t=1845s

Tags: GontorPendiri GontorTrimurti
Share90Tweet56Send
Previous Post

Demi Keadilan, HNW Ingatkan Program Makan Bergizi Gratis Juga bagi Peserta Pendidikan Keagamaan Seperti Pesantren dan Madrasah

Next Post

SIBERC STEI SEBI, LAZNAS IZI, dan Inisiatif Wakaf Gelar Islamic Philanthropy Outlook 2025

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

20 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

0
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

0
Gontor 7 Kalianda Ajarkan Empat Sistem Pendukung Kehidupan Santri

Gontor 7 Kalianda Ajarkan Empat Sistem Pendukung Kehidupan Santri

0
Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

0
Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

0
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Santriwati Gontor Putri Kampus 4 Kediri Peringati HUT RI Ke-81 dengan Tertib dan Semangat

Santriwati Gontor Putri Kampus 4 Kediri Peringati HUT RI Ke-81 dengan Tertib dan Semangat

20 August 2026
Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

20 August 2026
Gontor Kampus 12 Riau Khidmat Jalani Upacara Bendera HUT RI Ke-81

Gontor Kampus 12 Riau Khidmat Jalani Upacara Bendera HUT RI Ke-81

20 August 2026
Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

20 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result