10
Tonton Selengkapnya
33 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 17 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Pertanian Solusi Masa Depan

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
7 June 2017
in Sains
0

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Oleh Dedi Junaedi
Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Beberapa tahun belakangan, minat generasi muda terhadap pertanian relatif rendah. Sejumlah program studi pertanian di beberapa perguruan tinggi juga cenederung menurun. Pertanian dicitrakan sebagai sumber kemiskinan dan tidak punya prospek masa depan. Common sense publik seolah mengatakan bidang pertanian bukanlah wilayah kajian yang menarik.
Tetapi, pandangan itu tidak berlaku bagi futurolog kondang Thomas Frey. Menurutnya, pertanian justru punya prospek amat cerah. Dia berani meramal petani akan menjadi profesi yang keren di masa depan. Studi pertanian akan menjadi pilihan paling bergengsi di masa depan. Agribisnis dan agroindustri akan menjadi garapan primadona perekonomian.
Lima atau sepuluh mendatang, menurut pendiri DaVinci Institute, wajah kumuh pertanian akan berubah total menjadi wajah-wajah cerah nan prospektif. Bila pertanian sekarang diilustrasikan dengan gambar-gambar traktor dengan asap mengepul ke udara. Kelak, mesin-mesin traktor akan lebih berwawasa lingkungan. Sistem penyaluran gas buang dan knalpot traktor akan dibenamkan ke lahan-lahan, Bahan polutan akan dimodifikasi menjadi zat adiktif untuk memperkaya unsure hara tanah-tanah pertanian. Dengan demikian, selain menurunkan biaya operasi pengolahan lahan, traktor akan menjadi penekan kebutuhan pupuk kimia sekaligus solusi mengatasi pencemaran udara. Teknik baru yang dikembangkan oleh Gary Lewis dari Bio Agtive di Kanada, kini sedang diujicoba pada 100 sentra pertanian di seluruh dunia.
Cerita lama tentang lebarnya gap waktu antara penemuan inovasi dan adaptasi penerapannya di lapangan tidak akan lagi berlaku. Tingginya frekuensi komunikasi dan masifnya informasi hingga pesatnya perubahan gagasan telah merambah dunia pertanian. Seperti efek bola salju, perkembangan teknologi dan inovasi akan membuat kegiatan dan budaya pertanian berubah drastic. Era baru pertaian segera datang bersama hadirnya trend inovasi pertanian yang kian mengandalkan tingkat presisi, relevansi, dan kontrol yang lebih mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi sumberdaya dan efektivitas teknologi. Petani tak lagi harus berjam-jam berpeluh di bawah terik matahari, melainkan lebih asyik bermain dengan kendali teknologi. Termauk ketika harus melakukan monitoring pasar, hasil panen, biaya produksi, ketersedian air dan keragaan iklim local dan regional..
Thomas Frey berpandangan ada tiga aspek penting sebagai penggerak sistem pertanian masa depan. Pertama, teknik yang presisi. Kedua, pilihan inovasi yang relevan. Dan, ketiga, pengendalian terpadu.
Mengandalkan Presisi
Kita telah menyaksikan transisi bagaimana jagung dijual dengan sistem gantang, kemudian kini dijual dengan satuan kernel. Satu kemasan karung bersar berisi 80.000 kernel pun telah disesuaikan dengan sekitar 24.000 sampai 30.000 kernel per karung untuk ditanam per hektar lahan, dengan variasi tergantung pada variabel tanah dan kelembaban udara. Satu tongkol mengandung sekitar 800 kernel. Setiap satu biji benih akan tumbuh menjadi pohon dengan beberapa tangkai per pohon, sehingga per kernel jagung bisa menghasilkan panen hingga 3.200 lebih kernel baru..
Traktor dengan kemudi GPS
Sistem GPS memungkinkan petani menanam jauh lebih konsisten dan akurat. Dengan traktor berkemudi GPS-assist, petani dapat melakukan kegiatan budidaya hampir sempurna di ladang, mulai dari penyemaian, penanaman, penyiangan, dan pemanenan. Demikian pula sistem penyemprotan herbisida dan pestisida dapat lebih presisi dengan pelacak GPS.
Perusahaan teknologi pemindai LiDAR (Light Detection and Ranging) seperti Moedus yang berbasis di Denver, misalnya, dapat memiliki akurasi hingga 1 mm, selain juga menambahkan karakteristik pencitraan data tiga dimensi (3D)..
Smart Dust
Contoh lain Smart Dust: Robot sensor debu temuan Kristofer SJ Pister dari University of California pada 2001 memungkinkan petani dapat mendeteksi indikator cahaya, suhu, getaran, komposisi kimia, kelembaban udara dan lain-lain. Sensor nirkabel ini juga bisa ditanam ke dalam tanah untuk memantau aktivitas biofisika dan biokimia setempat.
Para ilmuwan sedang mempelajari penggunaan magnetisme skala nano untuk memantau dan mengendalikan aktivitas biologis, pada tingkat seluler dan bahkan tingkat molekul tunggal. Dengan pancaran medan magnet, gelombang suara, hingga frekuensi sinyal, para petani dapat mulai bereksperimen untuk mengubah karakteristik tanaman, mengusir hama, dan meningkatkan produksi tanaman. Dengan tingkat presisi luar biasa menjadi tidak terbayangkan praktik pertanian masa depan dapat menghasilkan ledakan panen.
Smart Dust generasi pertama memang masih sangat mahal. Tetapi, dengan beberapa siklus inovasi berikutnya, perangkat-perangkat canggh seperti itu kelak akan kian murah seiring dengan maraknya penggunaan di mana-mana.
Revanasi Inovasi
Aspek kedua, menurut Thomas Frey, yang mewarnai pertanian masa depan adalah masalah relevansi. Sebagai ilustrasinya adalah makanan yang baik bisa menciptakan orang yang lebih baik. Akankah pasokan makanan yang lebih baik menyebabkan orang yang lebih sehat, lebih kuat, mampu berpikir lebih baik? Bagaimana membuat pangan yang kita makan sinkron dengan metabolisme unik tubuh kita sendiri?
Metabolisme adalah istilah untuk menggambarkan berbagai reaksi kimia yang terjadi di setiap sel tubuh. Setiap orang punya kecenderungan metabolisme berbeda. Dengan membaca dan memantau reaksi metabolik seseorang terhadap makanan trtentu dapat menyebabkan industri pertanian berkembang yang relevan dengan tuntutan konsumen.

Contoh model smart foods
Smart Food adalah satu konsep pangan masa depan. Seiring tuntutan kebutuhan praktis konsumen, industri pangan akan berkembang dengan basis umpan balik dan sinyal permintaan sesuai karakteristik metabolisme manusia. Sains akan menciptakan sensor reaktif real-time di tubuh kita yang dapat membaca segala informasi gelombang otak, perubahan mikro dalam detak jantung, proses saluran pencernaan, hingga variasi keringat kulit. Pemantauan terhadap ratusan bahkan ribuan nuansa tubuh ini akan diterjemahkan ke dalam pilihan pangan yang pas, lebih sehat dan relevan dengan kebutuhan individu.
Pada era 2030, rumah-rumah cerdas akan dilengkapi sistem pemantauan pribadi yang mampu menghasilkan daftar belanjaan berdasarkan kebutuhan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Menu makan yang pas dapat dipesan degan variasi kandungan nustrisinya. Informasi rantai pasok secara lokal dan regional dapat juga dipadukan di dalamnya.
Untuk memenuhi kebutuhan, restoran dan gerai kuliner dapat menyajikan ribuan varia rasa, bentuk, maupun kandungan gizinya. Pelanggan misalnya dapat memesan burger keju dengan kandungan proterin 13,2 persen, 2,7 gram potassium dan 3,6 gram kalsium, ditambah sedikit aroma almond dan pisang.
Kelak, petani dimungkinkan memproduksi stok makanan dengan variasi yang luas. Pertanian dan peternakan akan mengadopsi teknologi baru yang belum terbayang sebelumnya. Sentra pertanian mampu menghasilkan tumbuhan setengah hewan eksotis, vegetasi setengah hewan, tanaman kristal, tanaman udara, dan tanaman non-spesies generik yang dirancang untuk menghasilkan produk dengan komposisi terterntu.
Kendali Variabel
Aspek ketiga yang menjadi pewarna pertanian masa depan adalah adanya sistem kendali dan mekanisme control dalam merespon adanya variasi sumberdaya. Setiap bisnis akan berkembang baik, jika aneka variabel yang berpengaruh dapat dikendalikan. Nah, agriindustri termasuk kelompok industri dengan variabel yang terlalu banyak untuk dapat menghasilkan hasil yang konsisten dari waktu ke waktu.
Sebut saja, mulai dari variabel cuaca, variabel hama, variabel tanah (komposisi mineral), variabel iklim (panjang musim tanam), dan variabel jarak (biaya kirim ke prosesor, distributor, dan konsumen). Kemampuan mengendalikan faktor-faktor variabel itu akan member lompatan luar biasa bagi pertanian masa depan.
Beberapa konsep pertanian telah ditawarkan. Antara lain silo farming, vertical farming, dan urban farming. Konsep-konsep baru bisa jadi akan lahir sebagai kreasi dan solusi untuk mengatasi semakin terbatasnya lahan-lahan produktif di Bumi yang kian sesak dan mennyempit. Bersama dengan itu, lengan-lengan robot pintar diharapkan mampu menuntaskan tugas dan fungsi penting dalam proses penyemaian, penanaman, penyiraman, penyiangan, pemanenan, dan penanganan pascapanen aneka komoditas pertanian, pungkas pendiri sekaligus Direktur Eksekutif DaVinci Institute.
Dedi Junaedi

Tags: Masa DepanPertanianSolusi
Share18Tweet11Send
Previous Post

Cedera Kepala (Berpotensi) Merusak Ratusan Gen Otak

Next Post

Ramadhan Ladang untuk Berjihad

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

0
management pesantren

Transformasi Digital Pesantren: Menjawab Tantangan Manajemen Pendidikan di Era Modern

0
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
management pesantren

Transformasi Digital Pesantren: Menjawab Tantangan Manajemen Pendidikan di Era Modern

16 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
BAZNAS Salurkan Paket Daging Kurban untuk 2.500 Pengungsi Palestina di Mesir

BAZNAS Salurkan Paket Daging Kurban untuk 2.500 Pengungsi Palestina di Mesir

15 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result