Ketua Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), KH Zulkifli Muhadli, mengkhawatirkan adanya upaya untuk membangkitkan PKI. Bisa jadi, PKI bangkit bukan lagi dalam bentuk partai, tapi menyebarkan anggotanya ke berbagai partai. βIni sama dengan yang diajarkan Tzun Zu dalam The Art of War, bunuhlah musuhmu dengan pisau orang lain. Artinya gunakanlah perangkat lain untuk menyuarakan perlawanan mereka,β imbuhnya
Strategi kedua adalah mengecoh lawan. Ketiga datang ke medan perang lebih awal untuk menguasai logistik dan tempat strategis. Dengan begitu mereka unggul dan kuat untuk bertahan menghadapi lawan. Terakhir adalah memecah belah lawan. Buat mereka tidak menyatu sehingga menjadi lemah dan tercerai berai.
KH Zulkifli yang kini mengasuh Pesantren al-Ikhlas Taliwang Sumbawa NTB tersebut mengimbau umat Islam untuk mengenali kawan dan lawannya. βKita harus mempunyai strategi. Betul makar Allah adalah yang terbaik, tapi kita tak boleh diam. Harus bergerak, muhadharah kita sekarang ini adalah untuk mewaspadai kebangkitan PKI,β imbuhnya.
Wakil Ketua MPR M Hidayat Nur Wahid mengungkapkan pengalaman orang tuanya ketika hidup dalam kengerian PKI. Dia tinggal dekat Candi Prambanan. Keluarganya adalah Nahdlatul Ulama dan juga Muhammadiyah. Pada era 1940-an orang tuanya harus mengungsi ke berbagai tempat untuk menghindari serangan PKI.
Sejarah mencatat PKI sebagai partai komunis terbesar kedua di Asia setelah Cina. Segala fitnah dan kebohongan mereka lontarkan untuk membenarkan dan memuluskan narasi yang mereka bangun. Namun pada kenyataannya, PKI hancur lebur karena mengancam kedaulatan dan keberlangsungan bangsa ini.
βMakar Allah pasti yang terbaik. Itu keyakinan kita. Kami di parlemen konsisten untuk mengawal kemaslahatan bangsa ini dengan segala upaya yang ada,β katanya.
Pengasuh Pesantren Dar El Azhar Rangkasbitung Banten, Dr KH Ikhwan Hadiyyin, menjelaskan pihaknya selalu bersinergi dengan aparatur negara untuk mengenang kebiadaban PKI. Beberapa hari ini pihaknya bersinergi dengan TNI untuk menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan santri.
Bersama Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten, pihaknya merangkul 4.140 pesantren untuk menyuarakan bahaya komunisme. βKami berusaha menginspirasi umat untuk selalu mencegah komunisme bangkit di negeri ini,β katanya.






















