Depok, Gontornews – Pesantren Mualaf Indonesia (PMI) selama satu pekan ini tengah mengadakan Islamic Online Course dengan mengundang Ustadzah Aini Aryani Lc, sebagai narasumbernya. Acara ini dimulai sejak Rabu (19/1) dan akan berakhir pada Kamis (27/1).
Ustadzah Aini selaku tim Rumah Fiqih Indonesia pada Rabu (19/1) lalu secara gamblang berhasil menerangkan terkait tema “Ibadah” kepada para peserta Zoomwinar. Ia pun juga menjelaskan, “Kita tidak boleh bersantai-santai atau meremehkan membayar puasa Ramadhan. Kecuali orang yang safar terus menerus dan memiliki udzur syar’i.”
Dalam sesi tanya jawab, ustadzah asal Gresik, Jawa Timur itu pun juga menyinggung sedikit hal tentang persoalan berwudhu setelah mandi janabah. “Ada beberapa perbedaan pendapat dalam mandi janabah,” terangnya kepada Gontornews.com.
Diantaranya, sambung sang guru, ada yang mengatakan Nabi SAW ketika mandi janabah mencuci tangan, kemaluan, lalu berwudhu, dan mengakhiri dengan membasuh kaki, kemudian mandi dan shalat. “Dan jika tidak ada ritual wudhu dalam mandi, maka dia harus wudhu untuk menunaikan shalat,” tambahnya.
Akan tetapi ada juga yang bilang kalau sudah mandi janabah, maka tidak perlu berwudhu lagi. Meski begitu, jika kita melihat dari Hadits yang dikatakan diantaranya oleh Aisyah RA serta Ummu Salamah RA bahwa Nabi SAW melakukan ritual wudhu dalam mandi janabah.
“Maka daripada was-was, keluar dari perbedaan pendapat tersebut, sebaiknya setelah mandi janabah kita berwudhu saja, meski ada yang tidak mewajibkannya,” terang alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Putri, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur itu.
Selain perihal di atas, Ustadzah Aini juga turut mengingatkan jamaah agar ketika telah suci dari haidh, harusnya langsung bersuci dan menjalankan shalat. Jangan menunda apalagi meninggalkannya dan jika sholat ditinggalkan maka ia harus menqadhanya.
Program IOC ini didukung oleh Dompet Dhuafa dan dalam kesempatan tersebut dimoderatori langsung oleh Nur Hidayah. Sejak tahun 2015, Dompet Dhuafa telah berinisiasi mendirikan Pesantren Mualaf Indonesia sebagai program pembinaan khusus mualaf. Baik untuk penguatan tauhid, aqidah, pemberdayaan, serta kemandirian ekonomi bagi mualaf.
Hingga saat ini PMI sudah tersebar ke lima wilayah seperti, Bintaro (Banten), Cianjur (Jawa Barat), Pekanbaru (Riau), Manado (Sulawesi Utara), dan Alor (Nusa Tenggara Timur). Selain itu, program ini juga akan dilaksanakan di Papua, Riau, Sumatera Selatan, dan beberapa lokasi lainnya. <Edithya Miranti>




















