pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 8 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Lembaga

Pesantren Terpadu Daarul Fikri, Cikarang:  Mandiri dalam Ekonomi, Lahirkan Generasi Berkualitas

Pesantren Terpadu Daarul Fikri Cikarang, Bekasi, menjadi salah satu pesantren yang tetap eksis di tengah pandemi COVID-19. Di saat lembaga pendidikan lain mengeluhkan sumber dana untuk operasionalnya, justru Daarul Fikri mampu berkontribusi memberikan sumbangan untuk warga sekitar yang terdampak COVID-19.

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
17 November 2020
in Lembaga
0
Foto: Twitter.com

Pengasuh Daarul Fikri, KH Ahmad Husein Dahlan Lc MM, menyatakan bersyukur karena di masa pendemi ini pihaknya bisa memberikan bantuan kepada seribu pejuang pendidikan. “Semua ini hasil dari pengelolaan koperasi,” ungkapnya.

Kiai Husein menjelaskan, 10 persen gaji para ustadz diberikan dalam bentuk voucher belanja di koperasi. Ternyata dalam sebulan pembelanjaan dari voucher bisa Rp 100-150 juta per bulan.  “Setiap bulan, sebagian keuntungan koperasi kita infakkan. Jadi kita mencoba sinergikan antara anggaran belanja sekolah dengan program koperasi itu dan ternyata hampir 98 persen kebutuhan konsumen bisa dipenuhi melalui koperasi,” ujarnya.

Kiai Husein menjelaskan, anggaran belanja sekolah untuk SD saja bisa sampai Rp 1,2 miliar setahun, kalau dikumpulkan mulai dari TK hingga SMA bisa mencapai Rp 6-7 miliar per tahun. “Program ekonomi ini ternyata bisa menjadi sumber dana dan di masa pandemi ini sebagian dari keuntungan kita sedekahkan kepada guru-guru. Kita juga memberikan bantuan untuk seribu pejuang pendidikan. Termasuk untuk orangtua yang terdampak pandemi, yang kena PHK, yang dirumahkan, dan lainnya,” jelasnya.

Kiai Husein menegaskan, kegiatan internal dalam bentuk perputaran kegiatan usaha itu bisa digunakan untuk ketahanan ekonomi. Bekerjasama dengan pihak lain, ia juga membuat usaha simpan pinjam koperasi syariah bernama Solusi Cemerlang Mandiri (SCM).

BACA JUGA

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar Latihan PBB Bersama TNI

Pihaknya juga sedang membidik beberapa perusahaan lokal untuk bersinergi. Misalnya perusahaan air, perusahaan herbal, dan ternak sapi. Semuanya disinergikan dengan koperasi. “Dengan begitu kesejahteraan guru bisa terangkat bahkan bisa mempunyai saham. Mereka di sini kalau yang sudah pegawai tetap ada dana pensiun. Setiap tahun ada dana yang masuk di luar gaji dan yang lainnya kepada guru-guru kita, yang harapannya nanti bisa menyelesaikan persoalan ekonomi mereka. Agar mereka fokus mengajar, karena itu ada lembaga keuangan yang memikirkan kesejahteraan mereka,” jelasnya.

Kiai Husein mengatakan, para guru itu memikirkan anak-anak siang, malam, pagi, sore. Jadi kalau mereka juga harus mencari nafkah, itu berat sekali. Jadi sayang kalau yayasan itu yang kaya pengurus yayasannya, seharusnya yang berbahagia itu para gurunya.

“Kita sepakat di sini, dana-dana yang bisa dikembangkan itu kita kerjasamakan dengan koperasi syariah, sehingga keuntungannya bisa dirasakan oleh para guru,” jelasnya.

Saung sederhana

Warga sekitar Warung Bambu Cikarang Barat, sebelumnya pasti tak akan menyangka jika daerah yang dulunya bekas rawa-rawa kini menjadi pusat pendidikan dengan gedung-gedung megah. Itu semua berawal dari saung sederhana yang digunakan sebagai tempat pendidikan.

Saat Kiai Husein tamat dari Universitas Islam Madinah tahun 2000, awalnya ia mendapatkan pinjaman gedung dari Suparno Sontorejo di Bekasi untuk mengelola lembaga pendidikan. Seiring waktu, tahun 2002 ia mendapatkan wakaf di Kampung Warung Bambu, Desa Telaga Murni, Cikarang Barat.

“Ketika itu kita mulai membangun sekolah dari saung-saung beratap ilalang. Awal pertama kita membuat sekolah itu kita minta bambu-bambu hitam kepada warga setempat. Waktu itu memang banyak bambu, itulah mengapa kampung itu namanya Warung Bambu,” kenangnya.

Pertama berdiri, pihaknya sudah mendapatkan amanah 60 siswa tingkat SD. Mereka semua sekolahnya di saung, dan ada beberapa kelas peninggalan MI dijadikan sebagai asrama. “Saat itu situasinya memang belum layak untuk menggambarkan sebuah tempat tinggal santri, tapi yang kami miliki hanya itu. Sehingga kalaupun ada orangtua yang anaknya tidak mau masuk di sekolah kami, itu kami yakini sebagai sebuah proses untuk menyaring siapa anak-anak yang memang sungguh-sungguh ingin belajar di pesantren,” ujarnya.

Awal berdiri, pesantren yang ia bangun dinilai sebagai pesantren yang membawa paham tidak sejalan dengan paham masyarakat, karena ustadznya alumni Saudi. “Padahal saya sejak tsanawiyah, aliyah itu di pesantren NU, dan hampir tidak mempersoalkan hal-hal yang berkaitan dengan masalah khilafiyah. Mungkin ada yang memberikan masukan kurang baik akhirnya kita dianggap sebagai pesantren yang ingin mengubah beberapa kebiasaan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Melalui pendekatan yang baik, lambat laun, pesantren Daarul Fikri diterima oleh masyarakat, bahkan masyarakat merasa tercerahkan dengan adanya pesantren di wilayahnya. Bahkan saat ini santrinya sudah 1.150 santri.

Setelah pendidikan berjalan sepuluh tahun, Kiai Husein merasa belum memiliki kader dari para santrinya. Akhirnya ia membuat sistem muallimin, agar ada kader yang dijadikan calon ustadz ke depannya.

Sistem muallimin untuk kaderisasi

Pada tahun ke-11 ia mulai mengubah konsep pesantren menjadi Darul Muallimin yang mempersiapkan para dai dan programnya 6 tahun ditambah pengabdian setahun bagi lulusan SD/MI. Sedangkan bagi lulusan SMP/MTs programnya 4 tahun plus pengabdian setahun. Awalnya program pengabdian itu banyak penolakan karena tidak ada perjanjian di awal. “Setelah itu kami memilih yang mau saja, ternyata yang mau lumayan banyak walaupun orangtuanya tidak mau tapi karena anaknya mau, akhirnya terjadi dialog tentang pengabdian,” paparnya.

Termasuk anak-anak diterjunkan ke masyarakat. Biasanya setelah Ashar santri dilarang berada di dalam asrama tapi harus menyebar ke seluruh perumahan. Awalnya cukup kewalahan, namun setelah dicoba satu dua masjid akhirnya sampai puluhan masjid yang meminta guru Al-Qur’an.

Tidak hanya itu, pesantren juga mengenalkan kepada mereka tentang pemikiran-pemikiran yang merusak akidah seperti liberalism dan sekularisme. “Jadi harapannya itu setelah selesai mengabdi, mereka akan masuk ke kampus mana pun baik di dalam maupun luar negeri, mereka sudah mempunyai modal bahwa sebetulnya Islam jauh lebih baik, Islam merupakan solusi bagi kehidupan manusia. Dan mereka diharapkan bisa mengontrol pemikiran-pemikirannya,” ujar Kiai Husein.

Pada tahun ke-11, pihaknya telah memilih 10 kader, sebagian sudah melanjutkan ke Mesir, Sudan dan lainnya, sebagian lagi kuliah di dalam negeri. “Mereka adalah yang terbaik. Mereka terikat mutlak harus kembali ke pesantren, dan mulai tahun ini sudah ada yang kembali dari beberapa negara,” ungkapnya.

“Kami merasa bahwa pilihan kami membuka program Muallimin itu sudah sangat tepat karena ternyata anak-anak semakin banyak jumlahnya dan sudah menjadi satu kebanggaan bahwa anak-anak yang mengabdi itu kuliahnya sukses. Dan itu yang mulai banyak diyakini oleh orangtua,” tegasnya.

Kiai Husein berkeyakinan, pesantren yang bisa bertahan itu ialah pesantren yang bisa mengader santrinya sendiri. Pesantren tidak bisa berharap disuplai oleh orang yang sukses dari luar, lalu datang ke pesantren dan ingin memberikan yang terbaik di sekolah ini, itu ada tapi jumlahnya tidak sebanding dengan kader sendiri.

“Seperti Gontor yang tidak pernah kekurangan guru, dan kami mulai merasakan bahwa santri yang mengabdi itu bisa menggantikan hampir sekitar 20 persen dari guru. Saya kaget laporan kepala sekolah setelah jalan tiga bulan ada pernyataan bahwa pengabdian kita setaraf dengan lulusan sarjana di kampus-kampus swasta, khususnya kemampuan Qur’annya,” tuturnya.

Kiai Husein mengatakan, pesantrennya sedang mengajukan proses muadalah. Saat ini Daarul Fikri masih mengikuti Diknas. Tapi kalau sudah muadalah, pesantren bisa 100 persen menentukan kurikulumnya sendiri. “Dengan muadalah, nanti bisa dibuktikan apakah sekolah kita masih diminati atau tidak,” jelasnya. [] Fathurroji

 

 

 

Tags: GontorKH Ahmad Husein Dahlan Lc MMWarung Bambu
Share409Tweet256Send
Previous Post

Trump Dikabarkan Pernah Meminta Opsi untuk Serang Iran

Next Post

Ratusan Ribu Warga Somalia Terdampak Banjir Musiman

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

0
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

0
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

6 September 2026
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

6 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result