Mogadishu, Gontornews — Badan urusan kemanusiaan PBB, United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), menyoroti banjir musiman di Somalia, Senin (16/11). Menurut OCHA, banjir musiman yang melanda Somalia telah mempengaruhi hampir 214.000 warga.
“Lebih dari 180.000 orang telah mengungsi dari rumah meraka di negara bagian Jubaland, Hirshabelle, Galmudug serta wilayah Banadir,” kata OCHA sebagaiman dilansir Anadolu.
“Sebagian besar pengungsi yang paling terdampak berasal dari dua daerah yang terletak di lembah Sungai Shabelle dan Shabelle Tengah,” imbuhnya.
Lebih dari 66.000 orang terkena dampak banjir musiman di kota Baidoa. Sementara ribuan hektar lahan pertanian di sekitar daerah aliran sungai yang saat ini telah tergenang.
“Pihak berwenang dan lembaga bantuan kemanusiaan menghimbau bantuan seperti air bersih, tempat tinggal darurat serta bantuan makanan,” ungkap OCHA.
“Bantuan lain yang diperlukan adalah untuk mengeringkan genangan air. (Upaya ini dilakukan) untuk mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh air serta memperkuat penghalang pasir di sepanjang tiitk-titik kerusakan sungai,” tambah OCHA.
Selain Somalia, negara-negara seperti Chad, dan sepanjang wilayah Sahel mengalami dampak perubahan iklim yang sedemikian ekstrem.
Para pengamat menduga bahwa peningkatan suhu serta curah hujan disebabkan oleh perubahan iklim. Dampaknya bagi dunia pertanian cukup trasa karena menurunkan hasil panen. Masyarakat miskin menjadi pihak paling terdampak akibat perubahan iklim. [Mohamad Deny Irawan]




















