Bandung, Gontoornews — Sebuah pondok pesantren di Kawasan Jalan Pasir Honje, Kecamatan Cimenyan, Bandung, mewajibkan para santri dan santriwati disabilitas tunanetra untuk tahfidz Qur’an di Ramadhan tahun ini.
Selain pembekalan ilmu agama, para santri tunanetra tersebut juga dibekali ilmu pendidikan komputer, agar dapat bersaing dalam dunia kerja.
Pantauan di lokasi, suara merdu lantunan ayat suci Alquran, setiap harinya terdengar di Pondok Pesantren Sam’an. Ponpes yang baru berdiri sejak empat tahun lalu ini, diisi oleh kaum disabilitas.
Di bulan suci Ramadhan ini, pihak Ponpes Sam’an mengharuskan seluruh santri untuk menyetorkan ayat suci Alquran kepada para tenaga pengajar. Salah satunya Amin Rasyid, tunanetra asal Tasikmalaya. Bahkan dia sudah hafidz tiga puluh juz dengan Alquran Braille dalam kurun waktu dua tahun.
Semangat ini ia bawa untuk membanggakan kedua orang tuanya, serta menunjukkan bahwa kaum tunanetra mampu menjadi seorang tahfidz.
“In syaa Allah saya murojaah, kembali mengulang hafalan yang kurang lancar di bulan Ramadhan ini. Mungkin bisa seperti guru yang mengajarkan kembali Alquran Braille,” ujar Amin Rasyid, santri tunanetra tahfidz Qur’an dilansir okezone.com. [Fath]






















