Bogor, Gontornews – Selama enam tahun belajar di Sekolah Dasar Insantama Terpadu (SDIT) Insantama Leuwiliang, para siswa mendapatkan pemahaman dasar-dasar akidah Islam (tauhid), pokok-pokok syariat Islam, memahami potensi diri, pembelajaran belajar mandiri, menerapkan fikih safar dan mampu menjalankan ketaatan atau kebiasaan baik (biah shalihah).
“Ada sepuluh potensi diri yang telah dikembangkan oleh sekolah selama kalian bersekolah di SDIT Insantama Leuwiliang,” ujar Ketua Yayasan Amanah Insantama, Ir H Ahmad Soim, di depan peserta Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Bogor Angkatan ke-8 di Villa Samara Syariah, Pamijahan, Bogor, Jumat (21/6/2024).
Selama tiga hari dua malam, Kamis (20/6/2024) sampai Sabtu (22/6/2024), para siswa SDIT Insantama Leuwiliang Bogor Angkatan ke-8 mengikuti kegiatan Pesantren Wisuda yang digelar di Villa Samara Syariah, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Sebanyak 60 siswa, seluruhnya kelas 6, mengikuti kegiatan yang dibimbing oleh empat guru kelas 6 itu.
Lebih lanjut Ahmad Soim menuturkan, di antara sepuluh potensi diri yang telah dikembangkan oleh SDIT Insantama Leuwiliang yaitu kecerdasan spasial-visual yang memungkinkan para siswa bisa berpikir dalam citra dan gambar. Mampu memvisualisasi benda dalam cerita dan gambar. “Kecerdasan ini lazim diperlukan untuk para arsitek, navigator, ahli fisika, ahli strategi dan ahli manajemen,” paparnya.
Selain itu, para siswa juga diajarkan kecerdasan lingustik-verbal, yakni berpikir dalam kata-kata. Kecerdasan ini biasa dimiliki oleh para novelis, penyair, penulis naskah, pemimpin politik, orator dan jurnalis.
“Kalian juga diasah kecerdasan interpersonal, kecerdasan musikal-ritmik, kecerdasan natural, kecerdasan badan kinestetik, kecerdasan logis matematis, kecerdasan kemandirian, dan lain lain.”
Ustadz Soim –sapaan akrab Ahmad Soim—menyebutkan, setiap siswa memiliki bakat dan potensi masing-masing. Dengan potensi diri yang dimilikinya itu, para siswa diharapkan menjadi juara di bidangnya masing-masing. “Kembangkanlah potensi yang kalian miliki dengan fondasi iman yang kokoh dan berserah diri kepada Allah agar kalian menjadi juara sejati,” papar Direktur Pelaksana Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang itu.
Menurutnya, juara sejati yaitu mereka yang mampu menjalankan ketaatannya kepada Allah SWT secara mandiri dengan penuh kesadaran dan dengan semua potensi yang dimiliki.
“Tantangan yang akan kalian hadapi pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan usia yang sudah remaja di antaranya masalah mental seperti cemas, depresi dan trauma,” kata alumnus IPB University itu.
Tak kalah beratnya, terang Ustadz Soim, tantangan buruknya lingkungan tempat tinggal kalian semua. Di antaranya, meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, penggunaan bahasa dan kata-kata kotor dan jorok, perilaku merusak diri seperti penggunaan narkoba, alkohol, pacaran dan pergaulan bebas.
“Yang kalian perlu lakukan dalam kondisi seperti itu kalian tetap taat, menjalankan kebiasaan baik dan mampu melakukan problem solving sesuai ajaran agama kalian,” paparnya.
In syaa Allah bila kalian melanjutkan sekolah ke SMPIT Insantama Leuwiliang akan ditempa menjadi calon pemimpin sejati, mampu menyusun mimpi besar dan membuat roadmap untuk merealisasikan, istiqamah di jalan ketaatan, taqarrub kepada Allah dan peduli kegiatan sosial serta amar makruf nahi mungkar.
Untuk diketahui, SDIT Insantama Leuwiliang didirikan pada tahun 2011. Saat ini, sekolah ini memiliki 20 rombongan belajar dengan jumlah siswa 584 orang. []




















