Dhaka, Gontornews — Sebuah maskapai penerbangan Bangladesh, Biman Bangladesh Airlines, terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Shah Amanat di Bangladesh, Ahad (24/2). Pendaratan darurat ini dilakukan setelah ada seseorang yang mencoba mengancam untuk meledakkan pesawat yang dijadwalkan menuju Dubai tersebut.
Meski demikian, 148 penumpung dan seluruh awak kabin dikabarkan selamat dan sang pembajak tewas setelah diberondong peluru petugas keamanan bandara yang memeriksa pesawat sesaat setelah melakukan pendaratan darurat. Yang menarik, pihak keamanan setempat hanya menemukan sebuah pistol mainan dan tidak ada bahan peledak yang menempel pada tubuh pembajak.
“Pistol yang ada di tangan tersangka adalah pistol mainan dan ia tidak memiliki bom yang melekat ditubuhnya,” ungkap Komisasris Kepolisan Chittagong, Bangladesh, Kusum Dewan sebagaimana dilansir Reuters.
Polisi menduga bahwa pelaku mengalami gangguan mental setelah sang pelaku diduga memiliki masalah pribadi dengan istrinya.
“Tampaknya, ia tidak seimbang secara mental. Kami mendengar ia memiliki masalah pribadi dengan istrinya dan meminta kepada kami untuk berbicara dengan Perdana Menteri. Namun, kami masih terus menyelidiki motif dan maksud sang pelaku. Kami tidak ingin sampai pada kesimpulan ini,” tambah Dewan.
Sementara itu, Otoritas Penerbangan Sipil (The Civil Aviaton Authority/CAA) Bangladesh, Marsekal Nayeem Hasan mempertanyakan bagaimana sang pelaku bisa lolos dari penjagaan keamanan hingga akhirnya naik pesawata dengan membawa pistol mainan.
“Itu adalah tanggungjawab CAA untuk mencari setiap penumpang sebelum naik dan itu dilakukan untuk pesawat ini juga. Tetapi pertanyaan kami adalah bagaimana ia bisa naik pesawat dengan membawa pistol?” terang Hasan dalam keterangan persnya seusai kejadian.
“Sekarang kami fokus pada dua masalah: latar belakang dan indentitas pelaku serta aspek keamanan untuk menjelaskan bagaimana ia bisa naik dengan membawa pistol (mainan),” pungkas Hasan. [Mohamad Deny Irawan]






















