Jerman Timur, Gontornews — Perusahaan vaksin Pfizer dan mitranya, BioNTech, Jum’at (9/4/2021), mendesak regulator Amerika Serikat untuk mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin bagi remaja usia 12 hingga 15 tahun.
Sejauh ini, regulator obat Amerika Serikat baru mengeluarkan izin pengguna darurat bagi remaja berusia 16 tahun ke atas. Karenanya, perusahaan meminta perluasan izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) untuk memasukkan kelompok usia yang lebih muda.
Pada bulan Maret, FDA mengatakan uji klinis vaksin Pfizer-BioNTech menunjukkan bahwa vaksin aman, efektif dan menghasilkan respon antibodi yang kuat pada usia 12-15 tahun. Akan tetapi, belum ada kejelasan dari regulator obat berapa waktu yang mereka butuhkan untuk meninjau data uji klinis tersebut.
Kepada ABC News, Direktur Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC), Rochelle Walensky, mengungkap bahwa pengesahan akan dikeluarkan pada pertengahan tahun mendatang. Sedangkan komisaris FDA, Dr Janet Woodcock, memastikan pihaknya akan sesegera mungkin meninjau hasil uji klinis tersebut namun enggan memprediksi berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk mengevaluasi data.
Selain Pfizer-BioNTech, Moderna dan Jhonson & Johnson juga sedang melakukan uji klinis vaksin mereka terhadap anak usia 12 hingga 18 tahun.
Baik Moderna maupun Pfizer telah meluncurkan uji coba kepada anak-anak yang bahkan lebih muda, berusia enam bulan hingga 11 tahun. Kedua perusahaan menargetkan dapat memulai kampanye vaksinasi bagi anak-anak usia 11 tahun ke bawah pada awal tahun 2022 mendatang.
Banyak ahli mengatakan penyuntikan vaksinasi bagi anak-anak dan remaja sebagai langkah penting dalam menciptakan kekebalan komunal dan menjinakkan pandemi. [Mohamad Deny Irawan]


















