Tashkent, Gontornews — Menurut layanan pers Presiden Uzbekistan, dalam pidatonya, Shavkat Mirziyoyev menekankan keterkaitan sejarah yang mendalam antara masyarakat Asia Tengah dan kawasan Teluk, yang didasarkan pada hubungan perdagangan yang erat, nilai dan tradisi yang sama, serta agama.
Menggambarkan situasi dunia saat ini, Presiden Uzbekistan menekankan bahwa terlepas dari risiko dan tantangan saat ini, kedua kawasan terus menjadi ruang perdamaian, stabilitas, dan kemajuan.
Dengan memperhatikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir hubungan antara Uzbekistan dan negara-negara Teluk telah meningkat ke level yang baru secara kualitatif, Shavkat Mirziyoyev mengusulkan perluasan kerjasama antara kedua kawasan di sejumlah bidang prioritas.
Di bidang politik, Presiden Uzbekistan mencatat pentingnya mengembangkan kerja sama berskala besar dalam berbagai format. Ia mengusulkan untuk mempelajari masalah pengembangan Perjanjian multilateral tentang persahabatan, kesalinghubungan dan kerja sama regional.
Di bidang kerjasama teknologi tinggi dan investasi, Shavkat Mirziyoyev menyerukan pembuatan platform dan mekanisme kerja untuk kerjasama di bidang inovasi, kecerdasan buatan, ekonomi “hijau”, digitalisasi, pertanian “cerdas”, nano, dan bioteknologi. Ia menyerukan inisiatif untuk membentuk Dewan Bersama Investor dengan partisipasi perwakilan bisnis dan mengadakan pertemuan pertamanya di Samarkand. Presiden juga mengusulkan untuk mengadopsi “roadmap” khusus untuk implementasi bersama di bidang proyek sektor energi “hijau”.
Bidang ketiga adalah penguatan kesalinghubungan perdagangan dan transportasi. Shavkat Mirziyoyev menekankan pentingnya menciptakan zona perdagangan bebas dengan negara-negara Teluk, menyelaraskan regulasi teknis, dan mengembangkan perdagangan elektronik. Sehubungan dengan itu, ia mengusulkan untuk menyelesaikan masalah penandatanganan perjanjian perdagangan multilateral.
Presiden menyerukan penggunaan tarif yang menguntungkan saat menggunakan Koridor Transportasi Tengah, penggunaan yang luas untuk multimodal routes yang ada, dan peningkatan penerbangan langsung menggunakan langkah-langkah subsidi. Dia juga meminta para mitra untuk berperan aktif dalam proyek pembangunan rel kereta api Trans-Afghanistan, yang akan menghubungkan negara-negara Teluk dengan Asia Tengah melalui rute terpendek.
Di bidang ekologi dan perubahan iklim, Shavkat Mirziyoyev mencatat pentingnya mengembangkan program penelitian bersama internasional berbasis Universitas untuk Studi Lingkungan dan Perubahan Iklim Asia Tengah, yang dibuka di Uzbekistan.
Di bidang pariwisata, Presiden mengusulkan pembentukan satu ruang pariwisata bebas visa “Teluk – Asia Tengah”, cluster modern dan produk wisata bersama, serta mengadakan forum operator tur terkemuka dari dua wilayah di kota Khiva, yang dinyatakan sebagai Ibukota Pariwisata Dunia Islam pada tahun 2024. [Edithya Miranti]




















