Amhara, Gontornews — Perdana Menteri Ethiophia, Abiy Ahmed, mengecam pembakaran tempat-tempat ibadah yang terjadi di Amhara, Selasa (24/12). Menurutnya, aksi pembakaran tempat ibadah merupakan pekerjaan ekstrimis dan, dengan alasan apapun, hal tersebut tidak dapat diterima.
Sebagaimana diketahui, bentrokan antara komunitas Muslim dan Kristen terjadi di Kota Mota, negara bagian Amhara. Dalam bentrokan tersebut, empat masjid dan sebuah gereja dibakar massa yang marah.
“Pembakaran tempat-tempat ibadah adalah pekerjaan ekstrimis dan tidak dapat diterima,” kata PM Ethiopia, Abiy Ahmed, melalui akun Twitternya.
“(Serangan tersebut merupakan) upaya para ekstrimis untuk menghancurkan sejarah toleransi dan religius dan koeksistensi agama kita yang kaya,” tambah Abiy Ahmed sebagaimana dilansir Anadolu.
Tidak hanya PM Ethiopia, Jaksa Agung Ethiopia, Berhanu Tsegaye, juga mengecam tindakan intoleran tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan keras terhadap para pelaku.
Pun dengan dengan Dewan Supremasi Islam Ethiopia (Ethiopian Islamic Affairs Supreme Council) dan Komunitas Gereja Ortodoks Ethiopia (Ehtiopian Orthodox Churc) sepakat untuk mengutuk tindakan biadab tersebut seraya mendorong pihak terkait untuk melakukan penyelidikan dengan segera. [Mohamad Deny Irawan]






















