Durres, Gontornews — Pemerintah Albania merilis bahwa Korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi telah mencapai 46 orang dan 650 orang lainnya mengalami luka serius.
Setelah sebelumnya, tim pencari menelusuri puing-puing sebuah apartemen yang runtuh di kota Thumane, kini, tim penyelamat menelusuri puing-puing hotel yang juga runtuh akibat gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter tersebut.
Perdana Menteri Albania, Edi Rama, menetapkan status darurat selama 30 hari di Durres dan Thumane. Pemerintah Albania pun menghimbau masyarakat yang memiliki kelebihan uang agar membantu pemerintah dalam menanggulangi gempa teparah dalam 40 tahun terakhir tersebut.
Sebuah laman penghimpun dana, GoFundMe, melansir bahwa pihaknya telah berhasil menghimpun lebih dari 2 Juta Dollar AS dari masyarakat untuk membantu meringankan derita masyarakat Albania.
βKami telah melihat ada sekitar 904 kampanye (bantuan untuk Albania) yang dibuat di Eropa, Australia dan Amerika Utara, yang hingga kini telah menghasilkan kurang dari 2,2 juta Dollar AS. Kami berharap bantuan akan mencapai 2,5 juta Dollar AS hingga hari ini,β tutur Manajer GoFundMe untuk wilayah Eropa Selatan, Liberatori Finocchiaro, kepada Reuters.
Karena bencana ini pula, sejumlah agenda nasional dibatalkan seperti peringatan hari Kemerdekaan Albania. Menteri Dalam Negeri Albania, Sander Lleshaj mengonfirmasi hal tersebut seraya menyebut perayaan hari kemerdekaan diganti dengan hari berkabung nasional.
βUntuk beberapa saat, (perayaan hari kemerdekaan) itu menghentikan rasa sakit, rasa berkabung seraya membawa (optimisme) untuk kembali berharap di masa mendatang,β tutup Lleshaj. [Mohamad Deny Irawan]


















