Sydney, Gontornews — Ribuan pelajar di Australia berunjuk rasa meminta pemerintah agar bertindak serius untuk menanggulangi perubahan iklim yang menurut mereka berkontribusi terhadap kebakaran hutan di negara tersebut.
Salah seorang penyelenggara unjuk rasa, Shiann Broderic (18), mengatakan bahwa tidak adanya tindakan pemerintah terhadap krisis iklim telah membuat kebakaran hutan di Australia semakin menjadi-jadi.
βTidak adanya tindakan dari pemerintah kami terhadap krisis iklim memicu kebakaran hutan yang hebat,β kata Broderic yang mengaku rumahnya hancur akibat bencana kebakaran hutan yang melanda Sydney beberapa waktu terakhir.
βOrang-orang terluka. Komunitas seperti kita sedang hancur. Musim panas bahkan belum dimulai,β tambah Broderic sebagaimana dilansir Reuters.
Sebagaimana diketahui, Australia tengah berjuang untuk menanggulangi musibah kebakaran hutan yang menwaskan empat orang serta membakar 2,5 juta hektar lahan pertanian dan semak-semak serta menghancurkan lebih dari 500 rumah.
Para demonstran yang didominasi kalangan pelajar mendesak pemerintah agar lebih peduli terhadap perubahan iklim yang disinyalir berkontribusi besar terhadap musibah kebakaran hutan di New South Wales. Selain memakan korban jiwa, kebakaran hutan tersebut juga mengakibatkan sebagian besar wilayah Sydney diliputi kabut asap.
Perdana Menteri Australia, Scoot Morrison, berjanji akan memotong emisi gas karbon hingga 26 persen yang akan dilakukan secara bertahap dari 2005 hingga 2030 mendatang.
Petugas pemadam kebakaran bahkan terus berusaha memadamkan lebih dari 150 titik api yang menyala di seluruh negeri. Jika tidak ditanggulangi, 5 juta orang yang tinggal di Sydney terancam menghirup udara berbahaya hasil kebakaran hutan.
Sementara itu, Biro Meteorologi Australia melansir bahwa sebagian besar wilayah Australia akan mengalami cuaca panas dan kering. Mereka pun memprediksi kondisi ini akan memperparah kondisi kebakaran hutan yang sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. [Mohamad Deny Irawan]


















