Islamabad, Gontornews β Perdana Menteri terpilih Pakistan, Imran Khan menyerukan perbaikan hubungan bilateral antara Pakistan dan Amerika Serikat di masa mendatang. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk respon terhadap tuduhan Amerika Serikat yang menyebut Pakistan membantu kelompok islam di Afganisan.
Sebelumnya, Khan sempat bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Pakistan, John F Hoover dan menyampaikan bahwa naik turunnya hubungan Pakistan-Amerika Serikat telah menyebabkan krisis kepercayaan dari kedua belah pihak.
β(Partai saya) ingin membangun hubungan harmonis dengan Amerika Serikat berdasarkan kepercayaan dan saling menghormati. Karenanya, Pakistan akan banyak terlibat dengan Amerika Serikat untuk mengembalikan stabilitas hubungan serta hubungan yang dapat dipercaya,β ungkap Imran Khan sebagaimana dilansir Reuters.
Khan juga memastikan bahwa, di masa kepemimpinannya, hubungan diplomatik Pakistan dan Amerika Serikat akan lebih baik. Namun, terkait hal ini, Kedutaan besar Amerika Serikat di Pakistan belum mengonfirmasi mengenai pertemuan yang dilaksanakan antara Perdana Menteri Pakistan dan Duta Besar AS untuk Pakistan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuduh Pakistan telah melakukan standar ganda dalam memerangi terorisme. Trump menemukan bahwa Pakistan diduga menggelontorkan bantuan sebesar 33 Milyar Dolar Amerika Serikat kepada kelompok bersenjata di Afghanistan dalam 15 tahun terakhir.
Akibat tuduhan itu, Pakistan meradang. Bahkan tensi rusaknya hubungan diplomatik Amerika Serikat-Pakistan diprediksi semakin meningkat menyusul kampanye Amerika Serikat yang menentang dana talangan yang digelontorkan oleh IMF kepada Pakistan yang rencananya akan digunakan untuk melunasi pinjaman Cina.
Alhasil, Amerika juga mengamati hubungan Cina dan Pakistan yang semakin erat terutama dalam investasi yang digelontorkan Cina untuk membiayai proyek infrastruktur senilai 57 Miliar Dolar Amerika Serikat. Mohamad Deny Irawan


















