Depok, Gontornews — Siap punya anak berarti harus siap mendidik emosional dirinya. Jika tidak, akan merugilah masa tuanya.
Orangtua yang emosional kebanyakan akan mengambil jalan pintas dengan menerapkan metode ‘fisik berbicara’ atau metode kekerasan dalam berinteraksi dengan anak.
Belum lagi jika orangtua juga lemah dalam mengendalikan kata-kata saat amarahnya tengah meluap-luap. Sumpah serapah tak terkendali bisa dengan mudah dilontarkan ke anak.
Jika metode kekerasan terus dipraktikkan, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang keras dan jauh dari rasa sayang ke orangtuanya. Hal ini bisa memicu sifat-sifat kedurhakaan di kemudian hari.
Sebab, biasanya beberapa penyebab kedurhakaan anak antara lain, lemahnya orangtua dalam mengontrol emosional diri dan emosional anaknya, kurangnya pengajaran agama, minimnya keteladanan yang baik dari orangtua, juga faktor makanan haram di keluarga.
Oleh karena itu, mulai sekarang belajarlah mengendalikan emosi. Karena orang yang bersabar adalah ciri-ciri orang yang beriman.
Tips menahan emosi dihadapan anak:
- Ketika emosi meningkat, segeralah duduk dan perbanyak mengingat Allah SWT. Setelah itu berwudhulah.
- Saat akan marah, posisikan dirimu seperti anakmu. Saat kecil kamu tentu tidak suka terus dimarahi dan senang dengan sosok orangtua yang penyabar.
- Ingat memukul tidak akan bermanfaat bagi anak dan justru akan menambah masalah.
- Berhenti meneriaki anak dan belajarlah untuk menegur secara lembut saat anak bersalah.
- Buat kesepakatan dengan pasangan untuk belajar berhenti memukul anak. <Edithya Miranti>


















