Ramallah, Gontornews – Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi telah tiba di kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, pada kunjungan bersejarah – yang pertama dilakukan oleh seorang perdana menteri India – yang dipuji oleh pemimpin Palestina sebagai “bersejarah”.
Setelah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, Perdana Menteri Modi mengatakan India berharap dapat melihat sebuah negara Palestina merdeka melalui dialog.
Sebelumnya dia bertemu dengan Perdana Menteri Rami Hamdallah dan mengunjungi Museum Yasser Arafat dimana dia meletakkan karangan bunga.
Dalam sebuah posting Twitter pada hari Jumat, Modi melihat ke depan untuk “menegaskan kembali dukungan kami untuk rakyat Palestina dan pembangunan Palestina”.
Kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan bahwa kedua pemimpin tersebut akan membahas cara untuk meningkatkan “hubungan bilateral”, dan akan menandatangani nota kesepahaman.
Para ahli mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari menyeimbangkan kebijakan luar negeri India di Timur Tengah.
Sebelum tiba di wilayah Palestina yang diduduki, Modi bertemu Raja Yordania Abdullah II di Amman.
Dia dijadwalkan untuk berangkat ke UAE dan Oman pada hari Ahad (11/2), sebagai bagian dari tur regionalnya.
Menurut Vijay Prashad, seorang profesor Studi Internasional yang berbasis di AS, hubungan India dengan Palestina tetap diperebutkan.
“Ada tekanan eksternal terhadap pemerintah – terutama dari negara-negara Arab, yang menyediakan energi dan pekerjaan untuk India dan warga India,” kata Prashad seperti dikutip Aljazeera.
“India menyediakan bantuan proyek jutaan dolar. Modi berada di Palestina untuk meresmikan satu proyek semacam itu,” kata Prashad.
“Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa tidak mudah bagi pemerintah India untuk mengabaikan Palestina,” tambahnya. [Rusdiono Mukri]





















