Damaskus, Gontornews — Serangan udara intensif Israel terhadap target-target Iran di Suriah telah meningkatkan ketegangan regional. Rusia, negara kunci dalam perang Suriah, mendesak semua pihak untuk mengekang diri.
Tentara Israel pada hari Sabtu (10/2) meluncurkan serangan “berskala besar” di dalam wilayah Suriah setelah mencegat apa yang dikatakannya sebagai pesawat tak berawak Iran dan serangan jet tempur Israel yang kemudian jatuh setelah diserang oleh pasukan pertahanan udara Suriah.
Insiden tersebut menandai konfrontasi paling serius antara Israel dan Iran sejak perang sipil di Suriah dimulai pada tahun 2011.
Di Rusia, yang pasukannya mulai melakukan intervensi untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al Assad pada tahun 2015, para pejabat mengatakan bahwa mereka “sangat prihatin” dengan konfrontasi tersebut.
“Kami mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat menyebabkan komplikasi situasi yang lebih besar lagi,” kata kementerian luar negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.
“Kami menganggap perlu untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Suriah dan negara-negara lain di kawasan ini,” tambahnya seperti dikutip Aljazeera.
Serangan udara Israel dimulai awal hari Sabtu ketika militer negara tersebut mengatakan telah mencegat pesawat tak berawak di atas kota Beit Shean “dalam sebuah misi militer yang dikirim dan dioperasikan oleh pasukan militer Iran”.
Iran membalas dengan mengirim setidaknya delapan jet untuk menyerang pangkalan militer Suriah dan Iran, yang menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia berada di dekat provinsi Homs.
Salah satu pesawat tersebut, sebuah jet tempur F-16, jatuh saat kembali dari misi tersebut.
Kedua pilot dari jet tersebut terluka, salah satunya kritis.
Israel menanggapi dengan serangan baru terhadap basis di Suriah selatan, memukul setidaknya 12 posisi di Suriah, termasuk tiga pangkalan pertahanan udara.
Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, mengatakan telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon pada Sabtu malam dan mengulangi pernyataannya bahwa Israel mempunyai kewajiban untuk membela diri.
Dalam sebuah pernyataan di televisi, Netanyahu mengatakan Israel “mencari perdamaian tapi kami akan terus membela diri dengan teguh melawan serangan terhadap kami atau upaya Iran untuk membangun diri melawan kami di Suriah”. [Rusdiono Mukri]





















