Beijing, Gontornews – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menjelaskan bahwa pemutusan kerjasama sejumlah proyek infrastruktur antara Cina dan Malaysia dikarenakan problem fiskal yang melanda negara di Asia Tenggara tersebut. pernyataan ini disampaikan PM Mahathir saat melakukan kunjungan bilateral dengan PM Cina, Li Keqiang di Beijing, Senin (20/8) waktu setempat.
Mahathir juga menyatakan bahwa Cina memahami masalah internal yang sedang didera Malaysia. Saat ini, Malaysia diguncangkan dengan skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang melibatkan mantan PM Malaysia, Najib Razak dan pengusaha Low Taek Jho atau yang akrab disapa Jho Low.
“Kami berharap Cina memahami masalah yang dihadapi Malaysia hari ini,” kata Mahathir dalam jumpa pers bersama PM Li di Beijing sebagaiaman dilansir reuters.
“Saya percaya bahwa Cina bersimpati terhadap masalah yang saat ini tengah kami selesaikan dan (Cina) akan membantu kami menyelesaikan masalah fiskal yang terjadi di internal kami,” tambah Mahathir.
Secara tersirat, Mahathir ingin membatalkan sejumlah proyek infrastruktur yang telah disepakati Cina semasa kepemimpinan PM Najib Razak. Mahathir menilai kesepakatan tersebut sangatlah tidak adil dan berpotensi membuat Malaysia berhutang dalam jumlah besar kepada Cina.
“Pada prinspinya, Cina bersedia menerima atas dasar timbal balik serta memulai kerjasama dengan kesepakatan hukum yang berlaku di Malaysia seperti halnya di negara lain,” pungkas Mahathir. [Mohamad Deny Irawan]






















