Kuala Lumpur, Gontornews — Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengatakan pemerintah akan melaksanakan pemilihan umum pada Juli 2022 mendatang. Muhyiddin tidak berniat unutk mempertahkan kedudukannya sebagai Perdana Menteri dalam pemilihan umum 2022 mendatang.
“Pada situasi seperti saat ini, adalah bijaksana unutk mengembalikan mandat ke tangan masyarakat untuk memilih pemerintahan mereka sendiri,” kata Muhyiddin sebagaimana dilansir Anadolu.
Ia juga menyampaikan beberapa proposal sebagai bukti dukungan anggota parlemen menyusul kemungkinan kekalahan dirinya dalam mosi parlemen mendatang. “Alasan penyampaian usulan tersebut adalah untuk memastikan pemerintah dapat berfungsi pada masa pandemi ini,” sambung pengganti Mahatir Mohamad tersebut.
Muhyiddin mengakui bahwa mosi tidak percaya hanya bisa disahkan dengan dukungan bipartisan dari parlemen.
“Tidak ada anggota parlemen lain yang mampu membuktikan bahwa mereka mendapat dukungan mayoritas dari parlemen,”
“Pada saat yang sama, sama seperti kalian semua, saya memiliki tanggungjawab untuk mencegah kleptokrat menguasai negara,” jelasnya.
Pada bulan Juli, Yang Di-pertuan Agong mengkritik kebijakan pemeirntahan Muhyiddin Yassin. Kritikan ini kemudian menjadi tekanan tersendiri bagi kelanjutan koalisi dukungan pemerintah berkuasa seiring dengan munculnya isu keretakan internal.
Akibatnya, desakan Muhyiddin untuk mundur dari Perdana Menteri semakin meningkat sejak saat itu. Banyak anggota parlemen yang menarik dukungan terhadap Muhyiddin dan pemerintahan yang berkuasa.
Dalam sistem politik Malaysia, pemerintah membutuhkan dukungan 112 dari 222 kursi parlemen untuk membentuk pemerintahannya. [Mohamad Deny Irawan]






















