Tunis, Gontornews — Perdana Menteri Tunisia terpilih, Habib Jemli, menegaskan bahwa ia akan membangun kabinet dari kalangan profesional yang tidak mewakili partai-partai politik. Ia pun meminta kepada Presiden Kais Saied untuk memberikan waktu lebih guna mempersiapkan jajaran kabinetnya.
Sebagaimana diketahui, Habib Jemli, merupakan calon tunggal partai pemenang pemilihan umum di Tunis, Ennahda. Partai yang dipimpin oleh Rached Ghannouchi tersebut berhasil meraih suara mayoritas dalam pemilu Tunisa tahun 2019 meski tidak bisa dikatakan memperoleh suara yang dominan.
Akibatnya, Ennahda perlu membangun koalisi dengan partai-partai lain guna memenangkan mosi percaya dari kalangan parlemen. Beberapa partai utama di Tunisia bahkan telah mengesampingkan peluang berkoalisi andai tidak mendapatkan tawaran politik yang strategis.
Bulan lalu Jemli, kepada Reuters, mengatakan bahwa ia akan mengumumkan susunan kabinetnya dalam rentang waktu sepekan namun gagal. Alhasil, ia terpaksa menghadap kepada Presiden Kais Saied untuk meminta waktu lebih banyak dalam membangun kabinet pemerintahan yang solid.
Sejak mengadopsi sistem demokrasi pascarevolusi Arab S1pring pada 2011 silam, Tunisia menghadapi kesulitan ekonomi yang mengancam proses transisi politik dalam negeri.
Pemerintahan yang kelak dipimpin oleh Habib Jemli tersebut bahkan dihadapkan pada situasi sulit untuk mereformasi sistem ekonominya dengan mengendalikan defisit serta hutang pemerintah dengan kontrol yang lebih ketat.
Di sisi lain, mereka juga didesak untuk memperbaiki pelayanan publik yang lebih baik demi menjaga masuknya investor yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Tunisia. [Mohamad Deny Irawan]




















