Dhusamareb, Gontornews — Ribuan petani Somalia mendesak pemerintah dan dunia internasional untuk membantu mereka dalam menanggulangi hama belalang yang melanda hampir 70 ribu hektar tanah persawahan mereka.
Akibat bencana tersebut, ribuan warga Somalia terancam kelaparan dan kemiskinan akibat gagal panen.
“Belalang sudah memakan daerah persawahan kami sehingga kami berjuang keras untuk menyelamatkan lahan pertanian yang kami tanami semangka dan kacang-kacangan,” ungkap Jamad Mohamed, seorang petani asal Dhusamareb, Galgadud, Somalia.
“Kami tidak dapat melindungi lahan kami dan kami minta pemerintah Somalia dan komunitas internasional untuk membantu masalah kami,” tambah Jamad sebagaimana dilansir Reuters.
Sebagaimana diketahui, hama belalang telah menghancurkan sekitar 70 ribu hektar lahan pertanian di Somalia dan Ethiopia. Akibat serangan tersebut, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mengatakan bahwa kedua negara terancam mengalami krisis pangan.
Namun, petani merasa bahwa seruan FAO sudah terlambat karena seluruh wilayah di Somalia telah kehilangan semua hasil panennya akibat serangan hama belalang terburuk dalam 70 tahun terakhir.
“Belalang melahap seluruh lahan pertanian dan memakan tanaman kami,” ungkap petani asal Somalia lain, Jirow Qorhere.
“Pada akhirnya, kami tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada anak-anak. Bahkan, kami tidak dapat membeli apapun dari pasar,” pungkas Qorhere. [Mohamad Deny Irawan]




















