Depok, Gontornews — Divisi Recovery One Day One Juz pada Selasa malam (21/12) menggelar seminar online bersama Ustadz Bendri Jaisyurrahman, praktisi Islamic Parenting. Diikuti oleh ratusan peserta, acara ini dinilai cukup menarik antusias para orangtua terutama terkait tema yang diangkatnya yakni Pola Pengasuhan Agar Anak Mencintai Al-Qur’an Sejak Dini.
Ustadz Bendri dalam penuturannya mengungkapkan bahwa sebaik-baik kita adalah yang mempelajarin al-Qur’an dan yang mengajarkannya. Maka, jangan menganggapΒ sepele hal ini. “Ketika seseorang bercita-cita ingin mengajarkan al-Qurβan, maka itulah nikmat, dan jadikan al-Quran sebagai cita-cita tertinggi kita,” ajak Ustadz Bendri kepada para peserta.
Ia lantas menambahkan, “Bersyukurlah antum semua yang telah berinteraksi dengan al-Qurβan.” Dan ternyata, sambungnya, kita dan keluarga itu satu paket. Artinya kita mempunyai tanggungjawab dengan keluarga untuk menjauhkan diri dari api neraka dan bersama-sama mengajak mereka berinteraksi dengan Kitabullah al-Karim. “Maka jika kita ingin menjadi orang yang berinteraksi dengan al-Qurβan, pastikan keluarga kita juga begitu,” tekannya kepada Gontornews.com.
Namun, sebelum berbicara jauh tentang keshalihan anak, Ustadz Bendri lantas mengingatkan para orangtua untuk tidak lupa mendoakan keshalihan untuk dirinya sendiri. Khususnya agar kita sebagai orangtua bisa menjadi pribadi yang baik dan orangtua yang shalih untuk keluarga. Orangtua yang juga bisa mencontohkan kebaikan dalam segala hal, terutama dalam berinteraksi dengan al-Qur’an.
Hal ini penting agar anak kita mendapatkan energi, gairah yang tinggi dari kedekatannya dengan al-Qurβan. Sebab bagi anak, yang terpenting adalah melihat ayah dan bunda yang senantiasa membaca al-Qur’an. “Meski tertatih-tatih, itulah yang berpengaruh, tepatnya dari kebiasaan keseharian orangtuanya sendiri,” ujar pendiri dan pembina Yayasan Langkah Kita itu.
Kemudian sebaiknya orangtua memaksimalkan usia 0-7 tahunΒ untuk menghadirkan nilai-nilai tauhid (Keesaan Allah SWT) dan ayat-ayat suci al-Qur’an. Sebagaimana dicontohkan para ulama terdahulu yang sudahΒ memulai untuk mempelajari al-Quran sejak usia dini. <Edithya Miranti>





















