Bekasi, Gontornews — Seorang istri yang merangkap tugas sebagai daiah, karyawan, pedagang, atau beragam aktivitas lainnya, tentu tidaklah mudah. Tidak jarang selalu ada saja yang dikorbankan dari beberapa amanah yang diembannya tadi.
Selain harus pandai mengatur waktu guna mengurus aktivitas pribadi, seorang istri juga dituntut untuk tidak melupakan kewajibannya dalam mengurus rumah tangga (anak dan suami). Karena itu, Artis Hardiyati, aktivis Rumah Keluarga Indonesia (RKI) menjelaskan, “Memang sejatinya detik per detik adalah perjuangan.”
Perjuangan dalam menentukan pilihan-pilihan dari sekian banyak alternatif yang ada. Berada di rumah memang baik, karena bisa senantiasa dekat dengan buah hati. Namun, jika manajemen waktu kurang cermat, masih juga akan ditemui biasanya kendala-kendala dalam beraktivitas.
Muslimah yang aktif di Persatuan Muslimah (Salimah) ini kemudian menambahkan, “Karenanya, memang skala prioritas harus ditetapkan.”Kita paham tanggung jawab kita terhadap keluarga, sambungnya, namun kita juga harus paham keutamaan-keutamaan dalam bedakwah dan beramar ma’ruf nahi munkar.
Ia lantas memberikan contoh, “Barangkali kita bisa belajar menjadi kokoh dari sosok mendiang Ustadzah Yoyoh Yusroh yang memiliki 13 anak, 9 putra dan 4 putri, serta merupakan aktifis di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan sangat aktif berdakwah di masyarakat di berbagai kalangan.
Dalam bayangan kebanyakan orang, tentu sangat merepotkan mengurus 13 orang anak, ternyata tidak bagi seorang ibu bernama Yoyoh Yusroh. Terbukti dengan ke-13 orang anak Yoyoh Yusroh tidak tenggelam dalam urusan rumah tangga dan berkutat antara dapur, kasur sumur, namun ia masih bisa bekiprah di masyarakat. Anak-anaknya pun tumbuh menjadi insan-insan Qur’ani nan shalih shalihah.
Maka benarlah firman Allah SWT, “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7).
Dalam ayat ini Allah hendak menguji kesungguhan hamba-Nya berjuang membela dan menegakkan ajaran agama Islam, karena sebenarnya Allah Yang Mahakuasa tidak membutuhkan pertolongan siapa pun.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pengalaman dari perjuangan para Muslimah hebat yang terdahulu maupun yang ada di sekitar kita saat ini. [Edithya Miranti]


















