pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Friday, 7 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Politik Luar Negeri Indonesia: Dari Rohingya, Uighur, hingga Islamophobia

Prof Hikmahanto Juwana SH LLM PhD, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
2 February 2020
in Wawancara
0
Politik Luar Negeri Indonesia: Dari Rohingya, Uighur, hingga Islamophobia

foto: jendela nasional

Pergolakan politik negara-negara di dunia sangat dinamis. Fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, konflik internal negara-negara Timur Tengah yang tak kunjung usai hingga diskriminasi yang dialami komunitas Muslim dunia seperti etnis Rohingya, etnis Uighur, Kashmir di India telah menggunggah hati masyarakat Indonesia.

Belum lagi ‘masalah abadi’ antara Palestina dan Israel hingga fenomena Arab Spring turut menambah ‘greget’ dan simpati masyarakat Indonesia.

Sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia sudah sepatutnya mengambil peranan aktif dalam menanggulangi atau paling tidak memberikan solusi atas konflik yang terjadi. Keterlibatan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB periode 2020-2022 akan sangat berperan dalam kancah perpolitikan internasional.

“Dalam pandangan saya, Indonesia bisa berperan banyak sebagai anggota Dewan HAM PBB,” ungkap Guru Besar Hukum Internasional, Prof Hikmahanto Juwana SH LLM PhD, kepada wartawan Majalah Gontor, Mohamad Deny Irawan.

BACA JUGA

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Berikut petikan wawancara dengan Hikmahanto Juwana terkait kebijakan politik luar negeri Indonesia:

Apa yang diinginkan oleh pendiri bangsa Indonesia tentang kiprah mereka di dunia internasional?

Menurut saya founding father kita menginginkan Indonesia berperan aktif dalam berbagai permasalahan yang dihadapi oleh dunia. Ini terlihat dalam paragraf keempat dari preambul UUD kita yang mencantumkan frasa “ikut melaksanakan ketertiban dunia”.

Bahkan para founding fathers telah mengimplemantasikan dengan menetapkan garis kebijakan politik luar negeri Indonesia yang “bebas aktif”, dan berperan serta dalam proses dekolonialisasi di berbagai belahan dunia.

Apa perbedaan antara penerapan politik bebas aktif Indonesia di masa lalu dan masa sekarang?

Penerapan dan pelaksanaan politik bebas aktif tentu ada perbedaannya dari waktu ke waktu. Hal ini paling tidak dipengaruhi oleh tiga faktor penting: 1) situasi dunia; 2) siapa yang memimpin Indonesia dan; 3) anggaran.

Faktor pertama terkait dengan situasi dunia. Sebagaimana diketahui, awal penerapan politik bebas aktif dilaksanakan saat dunia dilanda perebutan pengaruh antara Barat dan Timur. Saat itu, Indonesia telah bersikap dengan tepat karena memilih untuk tidak berpihak ke salah satu dari dua kekuatan besar tersebut. Kalaulah saat ini dunia tengah berebut pasar dan tempat berproduksi, maka penerapan politik luar negeri bebas aktif Indonesia pun perlu disesuaikan.

Faktor kedua terkait siapa yang memimpin Indonesia. Di era Presiden Soekarno, Indonesia sangat aktif berperan di dunia internasional. Sedangkan di era Presiden Soeharto, politik luar negeri bebas aktif Indonesia lebih kalem. Pada saat itu, Presiden Soeharto mencermati bahwa masalah terpenting saat itu adalah bagaimana Indonesia bisa memetik keuntungan ekonomi, terutama pinjaman luar negeri dan investasi dari negara maupun lembaga keuangan internasional.

Beranjak ke masa reformasi. Politik luar negeri bebas aktif Indonesia di era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat aktif terutama saat dunia disibukkan dengan masalah terorisme. Kala itu, Indonesia memiliki peluang peran yang signifikan karena mayoritas penduduknya Muslim. Sementara Presiden Joko Widodo, meski tidak seaktif ketika di era Presiden SBY, masih berperan dalam isu-isu internasional.

Faktor ketiga adalah soal anggaran. Bila anggaran tidak dialokasikan secara memadai sepertinya tidak mungkin Indonesia dapat menjalankan politik bebas aktif atau bahkan menjadi juru damai. Besarnya anggaran sangat menentukan kelincahan Indonesia dalam menjalankan politik bebas aktif yang signifikan bagi dunia.

Bagaimana peran Indonesia di ASEAN dan OKI?

Untuk saat ini secara umum Indonesia belum mampu mengambil alih kepemimpinan di ASEAN seperti pada masa pemerintahan Soeharto.

Bahkan kesulitan Indonesia untuk lebih bisa berperan di ASEAN terbebani dengan adanya tangan-tangan kuat dari luar ASEAN melalui satu dua anggota ASEAN. Tangan kuat ini yang terkadang memecah kekompakkan ASEAN. Apalagi bila satu ada dua anggota ASEAN memiliki kepentingan untuk menggandeng tangan kuat di luar ASEAN.

Sementara peran Indonesia di OKI pun tidak terlalu signifikan mengingat kebanyakan anggota OKI justru berselisih paham. Sulit untuk menyatukan mereka. Sehingga sulit bagi Indonesia bila hendak mengusulkan suatu sikap OKI agar bisa diterima oleh seluruh anggota OKI.

Belum lama ini, Indonesia juga ditetapkan sebagai anggota Dewan HAM PBB untuk periode 2020-2022. Bagaimana peran Indonesia di PBB?

Dalam pandangan saya Indonesia seharusnya bisa banyak berperan sebagai anggota Dewan HAM PBB. Bila tidak maka masyarakat di dalam negeri akan mempertanyakan buat apa energi dan anggaran dikeluarkan bila selama menjadi anggota Dewan HAM Indonesia normatif atau datar-datar saja.

Indonesia harus dapat mengambil banyak inisiatif yang dibahas dalam Dewan HAM terkait pelanggaran HAM yang terjadi di belahan dunia. Bila itu yang dilakukan maka masyarakat akan bisa memahami untuk apa energi dan anggaran dikeluarkan.

Menyoal kasus Rohingya di Myanmar, Indonesia cenderung pasif, tidak reaktif, dan cenderung wait and see. Bagaimana menurut Anda?

Menurut saya seharusnya Indonesia bisa berperan. Tentu tidak bisa Indonesia melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri Myanmar terkait penanganan etnis Rohingya.

Seharusnya melalui ASEAN, Indonesia dapat mengusulkan agar ASEAN bisa terlibat dalam kerangka Responsibility to Protect atau yang lebih dikenal dengan R2P. R2P ini adalah suatu konsep dalam hukum internasional, bila suatu pemerintahan melakukan suatu kejahatan internasional maka negara-negara harus segera bereaksi dan mengambil tindakan. Tentu reaksi dan tidakan ini tidak dapat dilakukan secara unilateral melainkan harus secara multilateral.

Bagaimana Anda melihat permasalahan etnis Uighur di Xinjiang, Cina?

Bagi saya permasalahan separatisme ataupun terorisme, yang saat ini dituduhkan kepada etnis Uighur, adalah hak kedaulatan suatu negara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Urusan tersebut merupakan urusan dalam negeri suatu negara.

Namun bila ada kejahatan internasional berupa kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida, kejahatan perang dan kejahatan perang agresi yang dilakukan di suatu negara maka masyarakat internasional tidak bisa tinggal diam. Ada kewajiban negara (erga omnes) dalam hukum internasional bila ada kejahatan internasional yang dilakukan.

Untuk itu perlu diverifikasi apakah yang terjadi di Cina terhadap etnis Uighur itu merupakan kejahatan internasional atau bukan. Jangan sampai dunia lengah seperti pada masa Hitler. Dunia terlambat ketika mengetahui Hitler sedang melakukan genosida terhadap kaum Yahudi di Jerman.

 

Bagaimana Anda menyikapi isu islamophobia yang terjadi di sejumlah belahan dunia?

Islamphobia harus dihapuskan. Sudah banyak upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk menghapuskan ketakutan terhadap Islam. Tidak saja yang beragama Islam tetapi juga yang beragama non-Islam. Memang persepsi akan sulit dihapus seketika. Perlu waktu dan kesabaran. Tapi harus diupayakan secara terus-menerus. Termasuk oleh masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai agama. Kita harus bisa menghapuskan islamophobia. Yang terpenting jangan memainkan isu Islam untuk kepentingan-kepentingan politik. Bila tidak, maka tidak akan pernah islamphobia terhapuskan, bahkan di Indonesia sekalipun yang mayoritas penduduknya beragama Islam. []

 

 

 

Tags: OKIPolitik bebas aktifRohingyaUIUighur
Share78Tweet49Send
Previous Post

Virus Corona Menginfeksi 20 Negara : 259 Tewas 11.791 Terinfeksi

Next Post

Membela Uighur Sesuai dengan Pembukaan UUD 1945

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.📖 Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
📚 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.📌 Yang ditampilkan:
✅ Logo/Nama Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Media Sosial (jika ada)💚 Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result