Yerusalem, Gontornews – Kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, ke tempat suci yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, yang oleh umat Islam disebut Al-Haram Al-Sharif –yang di dalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha– pada hari Selasa (3/1) menuai kontroversi.
Kontroversi tidak hanya di kalangan umat Islam tapi juga di kalangan warga dan politisi Israel sendiri.
“Itamar Ben-Gvir tidak boleh naik ke Temple Mount,” kata pemimpin oposisi dan mantan Perdana Menteri Israel, Yair Lapid, seperti dikutip surat kabar Times of Israel, Senin (2/1).
“Ini provokasi yang disengaja yang akan membahayakan nyawa dan menelan korban jiwa,” paparnya dilansir dw.com.
Surat kabar itu melaporkan sebelumnya bahwa Ben-Gvir telah setuju untuk menunda kunjungan tersebut setelah berbicara dengan Netanyahu hari itu juga.
Namun, pada hari Selasa, Ben-Gvir melanjutkan kunjungan tersebut, dengan mengatakan bahwa pemerintah Israel “tidak akan menyerah pada ancaman Hamas.” []





















