Riyadh, Gontornews — Dalam perjalanan pertamanya sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, meminta Arab Saudi untuk mengakhiri blokade terhadap Qatar, yang telah berlangsung sejak Juni 2017.
Seperti dirilis Aljazeera, para pejabat AS mengatakan kepada wartawan, Pompeo mendesak Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan Raja Salman untuk menyelesaikan krisis Teluk dalam serangkaian pertemuan pada Sabtu dan Ahad.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir, memutuskan hubungan diplomatik, perdagangan dan perhubungan dengan Qatar hampir satu tahun lalu dan menuduh negara itu mendukung terorisme. Namun Qatar membantah keras tuduhan itu.
Presiden AS Donald Trump pada awalnya mendukung inisiatif yang dipimpin Saudi itu. Sementara pendahulu Pompeo, Rex Tillerson yang baru-baru ini dipecat, menyalahkan Arab Saudi dan sekutunya atas kebuntuan dalam menyelesaikan krisis.
Para pejabat mengatakan, Pompeo menyerukan diakhirinya blokade karena AS yakin situasi itu telah dimanfaatkan Iran untuk mengeksploitasi perpecahan di Teluk dengan meningkatkan pengaruhnya di Yaman dan Suriah, kantor berita Associated Press melaporkan.
Pompeo tiba di Riyadh saat serangan rudal Houthi menewaskan satu orang di Jizan, selatan Arab Saudi, Sabtu (28/4). Para pejabat senior AS mengatakan, mereka menyalahkan Iran karena menyelundupkan rudal ke Yaman.
Para pejabat AS mengatakan kepada wartawan, pemerintah sedang berusaha untuk melawan program rudal Iran sebagai bagian dari kesepakatan nuklir Iran yang diperkuat, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).
Trump sebelumnya mengatakan, dia akan menarik AS dari JCPOA – yang disebutnya “kesepakatan terburuk dalam sejarah” – kecuali “opsi yang lebih baik” diberikan kepadanya pada 12 Mei, yaitu tenggat waktu bagi AS untuk memutuskan apakah akan memperbarui persetujuan sanksi-sanksi yang disepakati untuk Iran. [Rusdiono Mukri]






















