Sumenep, Gontornews — Tepatnya Jum’at (13/12) di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, berlangsung penganugerahan Sekolah Adiwiyata Nasional dan Sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2019.
Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Nomor SK.1037/MENLHK/P2SDM/SDM.2/12/2019 Tentang Sekolah Adiwiyata Nasional dan Sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2019, ditetapkan 333 Sekolah Adiwiyata Nasional dan 101 Adiwiyata Mandiri.
“MA Al-Amien 1 Pragaan adalah satu-satunya MA swasta yang mendapatkan Penghargaan Adiwiyata Nasional pada tahun ini,” terang KH Syaifudi Kudsi SHI MA, kepada Gontornews.com (14/12). Penghargaan itu pun diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, kepada kepala MA Al-Amien 1 Pragaan, KH Syaifudi Kudsi SHI MA.
Perlu diketahui bahwa Pondok Al-Amien sendiri memiliki banyak sistem yakni MTS/MA dan TMI yang bersistem Gontor. “Pada kesempatan ini, alhamdulillah MA Putri berhasil meraih penghargaan Sekolah Wiyata tersebut,” ujar Ustadzah Afifah Tidjani kepada Gontornews.com.
Program Adiwiyata adalah adalah sebuah program yang berusaha mewujudkan sistem pendidikan karakter yang berwawasan, peduli, dan berbudaya lingkungan. Sehingga tercipta kondusifitas pembelajaran yang bersih, sehat, sejuk dan menyenangkan.
Untuk mendapatkan Anugerah Adiwiyata Nasional, lembaga pendidikan harus melalui tahapan yang panjang, yaitu harus lolos dulu Adiwiyata Kabupaten. Setelah itu harus lolos Adiwiyata Propinsi, lalu baru bisa mendapatkan Adiwiyata Nasional hingga berlanjut ke Adiwiyata Mandiri. Jarak antar anugerah Adiwiyata harus lebih dari 1 tahun.
Sebenarnya bagi MA Al-Amien 1, tambah Ustadz Kudsi, program Sekolah Adiwiyata tidak bisa dipisahkan dari brandmark yang sedang dibangun pada saat ini yaitu sebagai Madrasah Wisata. Artinya yaitu madrasah sebagai destinasi wisata yang difokuskan pada pelayanan edukasi lingkungan. “Karena itu, di MA Al-Amien 1 disediakan banyak sarana edukasi lingkungan tersebut,” pungkasnya. <Edithya Miranti>




















