Jakarta, Gontornews — Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, Jumat (14/6/2024), menegaskan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor tetap mempertahankan program kepramukaan sebagai kurikulum wajib bagi lembaganya. Sekretaris Badan Wakaf Gontor, Prof Dr Husnan Bey Fananie MA, mengatakan bahwa Pramuka merupakan wadah pendidikan dan pembentuk karakter serta jatidiri bangsa Indonesia.
“Pramuka adalah wadah pendidikan dan pembentukan karakter dan jatidiri bangsa Indonesia dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat seperti pembentukan akhlak, budi pekerti, tata krama serta wawasan yang luas dalam melihat perkembangan dinamika global,” ungkap Prof Husnan saat melakukan audiensi dengan Sekretaris Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn) Dr Bachtiar Utomo di Gedung Kwarnas Jakarta.
“Pramuka adalah proses pembentukan karakter jiwa kepemimpinan dan pembelajaran yang luar biasa bagi kaum muda Muslim. Pramuka membangun persahabatan, kerukunan dan keterampilan baru untuk kehidupan. Pramuka juga bertujuan menghilangkan praktik perundungan, pornografi,dan narkoba yang kian mengkhawatirkan di sekolah-sekolah,” sambungnya sebagaimana dilansir Viva News.
Sebelumnya, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 12 Tahun 2024, merivisi bagian pendidikan kepramukaan ke dalam Model Blok yang menyebutkan perkemahan menjadi tidak wajib. Tidak hanya itu, keikutesertaan murid dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk Pramuka, menjadi bersifat sukarela.
“Permendikbudristek 12/2024 mengatur bahwa keikutsertaan murid dalam kegiatan ekstrakurikuler termasuk Pramuka, bersifat sukarela,” ucap Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Anindito Aditomo, sebagaimana dilansir laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Berbeda dengan Permendikbud 12/2024, Prof Husnan menegaskan kembali bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor tetap menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib bagi seluruh santri di tiap-tiap cabang di seluruh Indonesia.
“Jadi Pramuka wajib hukumnya bagi seluruh santri Pondok Modern Gontor. Saya yakin masyarakat pun memiliki pandangan yang sama,” tegasnya.
Sebagai informasi, kedatangan Prof Husnan bersama rombongan untuk melakukan audiensi dengan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan World Muslim Scout Jamboree 2025 yang akan berlangsung di Jakarta September 2025 mendatang.
Sementara itu, Pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyatakan dukungannya serta menyambut baik kegiatan yang mengharumkan nama Pramuka Indonesia di forum internasional. Sekjen Kwarnas juga siap memfasilitasi penggunaan fasilitas Bumi Perkemahan dan Taman Wisata (Buperta) Wiladatika, Cibubur, Jakarta, sebagai lokasi penyelenggaraan World Muslim Scout Jamboree 2025. [Mohamad Deny Irawan]




















