Semarang, Gontornews –– Pondok Pesantren Al Ma’rufiyyah merupakan salah satu pondok pesantren berbasis dan berkarakter salaf yang berada di Kota Semarang, Jawa Tengah. Setiap bulan Ramadhan, pondok untuk para mahasiswa dan mahasiswi ini pun tak pernah henti menyalakan api semangat mahasantri untuk tetap menimba ilmu sebanyak-banyaknya guna mendekatkan diri kepada Rabbnya.
Kepada Gontornews.com, Ustadzah Suaebatul Aslamiyah menjelaskan bahwa kegiatan mahasantri setelah Shubuh ialah mengaji al-Qur’an sorogan, ngaji (balagh) bandongan kitab ba’da shalat fardhu, kecuali Maghrib sebelum menanti berbuka diisi dengan ngaji bandongan kitab. “Kitab yang dikaji kitab Fiqh, kitab Akhlak, kitab Tashawwuf, Hadis, dan lainnya,” tambah Muslimah yang mengabdikan diri sebagai guru sekaligus pengasuh para santri bersama sang suami tercinta.
Seluruh kegiatan di atas wajib diikuti oleh seluruh mahasantri. Rentetan kegiatan ini pun merupakan agenda rutin tahunan di pondok salaf selama Ramadhan dimulai dari tanggal 1 s.d 20 atau 25 Ramadhan.
Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2005 itu juga menekankan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut yakni khatam kitab, pendidikan karakter, serta menjaga tradisi ngaos posonan pesantren selama Ramadhan untuk tafaqquh fi ad-diin. Harapannya, sambung Ustadzah Suaebah, semoga rangkaian kegiatan santri dapat mengisi Ramadhan dengan tafaqquh fi ad-diin dan memakmurkan Ramadhan dengan al-Qur’an.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini pengurus pondok menggagas ide baru dengan menyajikan menu maidaturrohman yang terinspirasi dari sajian berbuka masyarakat Mesir yang diperuntukkan gratis untuk umat. “Tahun ini santri bisa menikmati menu maidaturrohman dari para muhsinin,” tutup ibu tiga anak tersebut. [Edithya Miranti]






















