New York, Gontornews — Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan penetapan Palestina sebagai negara yang berdaulat dan demokratis bisa menjadi solusi permanen bagi masa depan Israel. Biden tidak mengelak bahwa perdamaian Palestina dan Israel merupakan masa depan keamanan yang lebih besar, Timur Tengah.
“Kita harus mencari masa depan perdamaian dan keamanan yang lebih besar bagi semua orang di Timur Tengah,” kata Biden pada hari pembukaan Majelis Umum PBB.
“Saya terus percaya bahwa solusi dua negara adalah cara terbaik untuk memastikan masa depan Israel sebagai negara demokratis Yahudi hidup berdamai dengan negara Palestina yang layak, berdaulat dan demokratis,” sambungnya sebagaimana dilansir Arab News.
“Kami masih berada jauh dari tujuan itu saat ini. Tetapi, kami tidak boleh membiarkan diri kami menyerah pada kemungkinan untuk maju,” jelasnya.
Biden juga mengulangi janjinya untuk kembali ke kesepakatan 2015 untuk mengekang program nuklir Iran, asalkan Teheran melakukan hal yang sama. Pembicaraan tentang masalah ini menemui jalan buntu tentang siapa yang akan mengambil langkah pertama.
Pengganti Donald Trump itu juga mengingatkan pemimpin dunia bahwa periode ini merupakan periode atau dekade yang menentukan. Para pemimpin dunia, lanjut Biden, harus bekerjasama untuk memerangi gelombang pandemi, perubahan iklim global hingga ancaman dunia maya.
Amerika Serikat, kata Biden, akan menggandakan komitmen keuangan mereka pada bantuan iklim dan telah menghabiskan 10 miliar dolar Amerika Serikat untuk memerangi kelaparan.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memperingatkan bahaya kesenjangan yang tumbuh antara Cina dan Amerika Serikat. Menurutnya, persaingan ekonomi, perdagangan, keuangan dan teknologi yang ketat juga diikuti dengan strategi militer maupun geo politik yang berbeda.
“Ini adalah resep dari permasalahan. Ini akan jauh lebih sulit untuk memprediksi daripada perang dingin,” tutup Guterres. [Mohamad Deny Irawan]
























