Moskow, Gontornews — Presiden Bashar Al-Assad mengapresiasi keberadaan pangkalan militer laut dan darat Rusia di Suriah. Menurutnya, keberadaan pangkalan militer Rusia di Suriah dapat membantu negaranya dalam menghadapi pengaruh Barat serta menghadapi pemberontakan yang belum mereda.
“Keseimbangan militer global membutuhkan peran Rusia. Ini membutuhkan pangkalan (militer). Kami mendapatkan keuntungan ini,” ungkap Assad saat memperingati lima tahun hubungan Rusia-Suriah dalam penyelesaian konflik.
Sebagai informasi, Rusia mendirikan pangkalan udara Hmeimim. Pangkalan udara Hmeimim merupakan lokasi peluncuran serangan udara Rusia guna mendukung rezim pemerintahan Assad. Tidak hanya itu, Rusia juga memiliki pangkalan militer di Tartus Suriah. Pangkalan ini merupakan pangkalan militer angkatan laut Rusia pertama yang terdapat di laut Mediterania.
Reuters mengonfirmasi sebuah dokumen Rusia yang berisi bahwa pemerintah Suriah setuju untuk memberikan tanah guna perluasan pangkalan militer Hmeimim.
Assad menyebut kehadiran pangkalan militer Rusia telah membantu Suriah dalam menghadapi situasi berbahaya saat berhadapan dengan kelompok oposisi. Ia berujar pendanaan senjata kepada kelompok oposisi berasal Washington dan kekuatan Barat lain bersama Arab Saudi dan Qatar.
Sejauh ini, Assad mengaku pihaknya berhasil mendapatkan kembali wilayah konflik dalam satu tahun terakhir. Kekuatan militer udara Rusia serta keterlibatan milisi asal Iran sebagai faktor keberhasilan tersebut.
Sedangkan Washington dan kelompok oposisi Suriah mengatakan pemboman yang dilakukan Rusia dan Suriah di lokasi kelompok oposisi merupakan kejahatan perang. Washington pun berharap semua pihak yang terlibat agar melakukan pertanggungjawaban terhadap kematian ribuan warga sipil.
Baik Moskow maupun Damaskus menyangkal tuduhan tersebut. Kedua negara bersepakat bahwa upaya perang yang mereka ambil semata-mata untuk membersihkan negara dari kelompok teroris. [Mohamad Deny Irawan]






















