Makassar, Gontornews — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel bekerjasama dengan Pengurus IAPIM (Ikatan Alumni Pesantren IMMIM) dan Forum OPOP Indonesia melakukan diskusi awal pembentukan program OPOP (One Pesantren One Product) Sulawesi Selatan di kantor Dinas Koperasi Sulsel, Selasa (21/2).
OPOP Sulsel adalah program untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren sehingga akan terbentuk ekosistem usaha dan mendorong daya saing ekonomi pesantren secara berkelanjutan.
Kadis Koperasi Dr. H. Ashari Fakhsirie, MS menerima kunjungan dari Tim OPOP yang dipimpin langsung oleh Amran Silalahi selaku direktur pengembangan dan jaringan di forum OPOP Indonesia.
Secara formal dukungan ini lahir melalui dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel dengan ditandai terbentuknya Pergub mengenai OPOP atau kemandirian Ekonomi Pesantren di Sulawesi Selatan
Lebih jauh Amran menjelaskan bahwa program ini adalah kolabarosi antara pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi dengan beberapa pesantren yang ada di Sulsel.
“Ke depan nantinya program ini akan menghasilkan 3 pilar yaitu, pertama santripreneur atau pemberdayaan santri yang bertujuan menumbuhkan pemahaman dan keterampilan santri dalam menghasilkan produk unik sesuai syariah yang berorientasi pada kemanfaatan dan keuntungan, kedua pesantrenpreneur atau pemberdayaan pesantren yang bertujuan menghasilkan produk halal unggulan yang mampu diterima pasar lokal, nasional dan internasional dan yang ketiga sosiopreneur atau program pemberdayaan alumni pesantren yang disinergikan dengan masyarakat. Pemberdayaan dengan beragam inovasi sosial, berbasis digital teknologi dan kreativitas secara inklusif,” jelasnya. [Fath]


















