Jakarta, Gontornews –– Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Lincolin Arsyad mengatakan perguruan tinggi luar negeri belakangan ini telah membuka cabang di Indonesia. Hal ini tentu akan menjadi kompetitor baru bagi perguruan tinggi nasional.
Meski begitu perguruan tinggi tidak bisa lari dari internasionalisasi. Sebab,perguruan tinggi yang mengabaikan proses internasionalisasi, kata dia, akan tertinggal dan ditinggalkan oleh perkembangan global dalam pengelolaan dunia pendidikan tinggi.
Menurut Lincolin, esensi dari internasionalisasi universitas adalah peningkatan kualitas. Oleh karena itu dalam menghadapi internasionalisasi ini pimpinan perguruan tinggi perlu melakukan benchmark ke kampus di luar negeri untuk membuka wawasan baru dalam pengelolaan perguruan tinggi.
βBulan April 2018 Majelis Diktilitbang akan menerima utusan dari Monash University Australia yang akan membuka kampus di Indonesia dan akan menggandeng Muhammadiyah sebagai mitra, momentum ini harus kita manfaatkan sebagai langkah untuk lebih mendorong percepatan peningkatan kualitas internasional PTMβ, katanya seperti dikutip muhammadiyah.or.id.
Masih dari sumber yang sama Ketua Asosiasi Kantor Urusan Internasional (KUI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), Endang Zakaria MH yang juga Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyampaikan, beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah sudah sangat siap untuk menghadapi internasionalisasi universitas.
KUI PTM, kata dia, saling membantu satu sama lain dalam mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya menuju kampus yang siap berkompetisi dengan universitas lainnya di luar negeri, baik dalam hal akademik, kemahasiswaan, maupun kegiatan internasional lainnya.[Muhammad Khaerul Muttaqien]





















