Moskow, Gontornews — Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ledakan di Jembatan Kerch merupakan serangan teroris yang dilakukan oleh Ukraina. Dia akan mengadakan pertemuan dewan keamanannya pada hari Senin.
“Tidak diragukan lagi. Ini adalah tindakan terorisme yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil yang sangat penting. Ini dirancang, dilakukan dan diperintahkan oleh dinas khusus Ukraina,” kata Putin dalam sebuah video di saluran Telegram Kremlin sebagaimana dirilis dw.com.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan kepada kantor berita TASS, “Rusia hanya dapat menanggapi kejahatan ini dengan membunuh teroris secara langsung, seperti kebiasaan di tempat lain di dunia. Inilah yang diharapkan warga Rusia.”
Jembatan Kerch adalah penghubung utama antara Rusia dan Krimea, dibangun setelah Moskow secara ilegal mencaplok wilayah itu pada tahun 2014. Jembatan ini juga merupakan arteri untuk pelabuhan Sevastopol, tempat armada Laut Hitam Rusia bermarkas.
Putin hari Ahad bertemu dengan Alexander Bastrykin, kepala Komite Investigasi, yang mengatakan ledakan di jembatan itu disebabkan oleh kendaraan yang melewati Bulgaria, Georgia, Armenia, Ossetia Utara dan wilayah Krasnodar Rusia.
Layanan khusus Ukraina dibantu oleh warga Rusia serta warga negara asing lainnya, katanya dalam sebuah video yang diposting di Telegram.[]




















