Doha, Gontornews — Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengatakan, sekelompok negara Arab yang memblokade negaranya selama hampir lima bulan ini sedang mengincar “perubahan rezim” di Qatar.
Berbicara kepada stasiun televisi AS “60 Minutes”, Sheikh Tamim mengatakan, kuartet yang dipimpin Arab Saudi mencoba untuk memaksakan perubahan kepemimpinan di Qatar.
“Sejarah juga mengatakan kepada kita, mereka telah mencoba melakukan hal itu sebelumnya, pada tahun 1996 setelah ayahku menjadi emir,” katanya kepada pembawa acara Charlie Rose dalam sebuah wawancara yang disiarkan secara luas pada hari Ahad (29/10).
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni dan memberlakukan embargo darat, laut dan udara, serta menuduhnya mendukung “terorisme”. Namun Qatar membantah semua tuduhan tersebut.
“Mereka tidak menyukai kemerdekaan kita, cara berpikir kita, visi kita untuk kawasan ini,” kata Sheikh Tamim sebagaimana dirilis Aljazeera.
“Kami menginginkan kebebasan berbicara untuk orang-orang di wilayah ini dan mereka tidak senang dengan itu, dan oleh karena itu mereka berpikir bahwa ini adalah ancaman bagi mereka.”
Sheikh Tamim menjadi emir tahun 2013 pada usia 33, setelah ayahnya, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, mengalihkan kekuasaan kepadanya.
Sheikh Hamad telah mengambil alih kekuasaan pada tahun 1995, ketika ayahnya sedang dalam perjalanan ke luar negeri. Dia selamat dari usaha kudeta tahun 1996 dan pada tahun-tahun berikutnya Qatar mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, dibantu oleh cadangan gas alamnya yang sangat besar. [Rusdiono Mukri]




















