pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 17 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Muamalah Rihlah

Ragam Wisata di Negeri Para Pahlawan Sumatera Barat

Fathur Roji by Fathur Roji
11 June 2023
in Rihlah
0
Ragam Wisata di Negeri Para Pahlawan Sumatera Barat

Jakarta, Gontornews — Sumatera Barat banyak melahirkan tokoh besar yang ada di negeri ini, seperti Tuanku Imam Bonjol, Moh. Hatta, Buya Hamka, Muhammad Natsir, Agus Salim, Rasuna Said, Mahmoed Yunus, dan masih banyak tokoh besar lainnya yang merupakan inspirasi bagi bangsa Indonesia.

Selain melahirkan tokoh-tokoh hebat, Sumatera Barat juga mempunyai berbagai wisata sejarah yang layak dikunjungi bersama keluarga. Berikut tempat wisata sejarah yang ada di Sumatera Barat.

  1. Jam Gadang Bukittinggi

Jam Gadang merupakan ikon Kota Bukittinggi, Padang Sumatera Barat, bangunan ini memiliki nilai sejarah yang cukup kental dan merupakan saksi bisu proses menuju kemerdekaan Indonesia.

Sekilas Jam Gadang yang berada di Bukittinggi, Sumatera Barat ini mirip seperti menara Big Ben yang ada di Westminister, London, Inggris. Padahal tidak ada sejarah yang berkaitan dengan kedua bangunan ini.

BACA JUGA

Santri Preneur Ummul Quro Gelar Study Tour di Empat Destinasi di Jakarta

Santri Preneur Ummul Quro Jelajahi Sejarah Keuangan di Museum

Inilah 8 Kuliner Khas Bengkulu, Ada Masakan Gulai Bagar Hiu

Jalan-jalan ke Lampung, Berikut 7 Makanan Khas untuk Oleh-oleh!

Kuliner Khas Kota Lhokseumawe Kaya Gizi

Jam Gadang ini dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker yang merupakan Sekretaris atau controleur Fort De Kock pada saat itu (sekarang Kota Bukittinggi). Bangunan ini diarsiteki oleh Yazin Sutan Gigi Ameh.

  1. Istano Basa Pagaruyung

Istano Basa Pagaruyung berada di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Bangunan ini merupakan replika dari bangunan istana kerajaan lama yang telah tiada akibat kericuhan pada abad 19 silam. Bangunan ini dibangun sebagai wujud dari harga diri rakyat Sumatera Barat.

Istana Basa Pagaruyung dulunya merupakan tempat tinggal keluarga Kerajaan Minangkabau dan sekaligus menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Minangkabau pada saat itu. Jarak tempuh dari Kota Bukittinggi lebih kurang 35 kilometer.

  1. Museum Adityawarman

Museum budaya kebanggaan warga Sumatera Barat ini terletak di jalan Diponegoro No. 10 Kelurahan Belakang Tangsi, Kota Padang. Museum ini mulai dibangun pada tahun 1974 dan diresmikan pada tanggal 16 Maret 1977. Nama Adityawarman adalah nama salah seorang Raja Malayaputra pada abad ke โ€“ 14. Museum ini memiliki julukan sebagai Taman Mini ala Sumatera Barat.

Di museum ini terdapat 6000 koleksi peninggalan sejarah yang bisa kamu temui. Diantara koleksi โ€“ koleksi tersebut terdapat pernak pernik, busana, instrumen musik, benda โ€“ benda prasejarah dan banyak yang lainnya.

  1. Tugu Gempa Padang

Padang pernah dilanda gempa bumi besar pada tahun 2009 lalu, lebih tepatnya melanda sebagian Sumatera Barat. Total lebih dari 1.000 nyawa menjadi korban atas peristiwa gempa 7,9 SR. Untuk mengenang kejadian memilukan tersebut, pemerintah mendirikan Museum Gempa dan Tugu Gempa Padang.

Tugu tersebut adalah lambang kesedihan, yang ditegaskan dengan gambar dua mata menangis. Di bawah batu marmer batu tersebut juga terdapat relief tentang kejadian tersebut. Jika Anda berkunjung, jangan lupa masuk juga ke museumnya untuk mengetahui gambaran situasi saat itu.

  1. Monumen Bung Hatta

Taman Monumen Bung Hatta Bukittinggi beralamat di Benteng Ps. Atas, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Area taman ini cukup luas. Yaitu, membentang di sepanjang Jl. Jam Gadang dan melebar ke arah bawah, sampai pertigaan Jl. H. Agus Salim.

Di taman ini terdapat bukit kecil dengan patung Bung Hatta pada bagian puncaknya. Patung perunggu dengan peci dan kacamata khas Bung Hatta ini, tampak berdiri tegap dengan kepala sedikit merunduk dan tangan terangkat ke atas. Seulas senyum terukir di wajahnya, seakan hendak menyapa ramah para pengunjung yang berlalu-lalang.

Selain peci dan kacamata, model baju dan celana pada patung tersebut juga sama persis seperti aslinya. Pada bagian bawah patung, kamu dapat menemukan plat logam di atas keramik hitam yang bertuliskan โ€œTaman Monumen Bung Hatta Bukittinggiโ€. Logam pada keramik hitam ini merupakan gambaran kegigihan tekad Bung Hatta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

  1. Gunung Pangilun

Gunung Pangilun sebagai lokasi wisata sejarah baru di Kota Bengkoang. Karena di sana banyak peninggalan sejarah penjajahan Belanda maupun Jepang. Setidaknya di Gunung Pangilun ada puluhan lobang yang dijadikan tempat persembunyian atau lokasi peletakan meriam oleh pasukan Jepang pada masa penjajahan itu.

Sayangnya, keadaan lobang yang ada di lokasi itu masih belum terawat dan dipenuhi dengan tumbuhan liar serta binatang liar. Pihak pemerintah setempat akan membersihkan lokasi itu dan ini akan menjadi ikon baru di Kota Padang untuk meningkatkan pariwisata.

  1. Lobang Jepang

Situs lobang Jepang berada di Bukittinggi, lubang yang lebih cocok disebut bunker ini dibangun orang Indonesia melalui kerja paksa atau romusha, untuk dijadikan pusat pertahanan tentara Jepang. Proses pengerukan tanah dimulai sejak 1944 atau 2 tahun 8 bulan, lobang sepanjang kurang lebih 6,5km ini berhasil diselesaikan. Kini setelah Indonesia merdeka, Lobang Jepang menjadi destinasi wisata favorit di Sumatra Barat.

Panjang asli lobang ini saat pertama kali ditemukan adalah 6,5km. Tetapi yang dibuka untuk publik sebagai destinasi wisata hanya 1,5km saja. Cukup banyak yang tewas saat membangun Lobang Jepang ini.

Lubang bawah tanah ini memiliki panjang sekitar 1.470m dan berjarak 40m di bawah Ngarai Sianok. Terdapat 21 terowongan di dalam bunker. Bunker tersebut dulunya digunakan untuk menyimpan amunisi, tempat tinggal, ruang pertemuan, ruang tahanan, ruang makan, dapur, ruang sidang, ruang penyiksaan, ruang mata-mata, ruang penyergapan, dan lubang-lubang kecil untuk melarikan diri.

  1. Kota Tua di Jembatan Siti Nurbaya

Jembatan ini tak kalah populer dengan jembatan Ampera, bernama jembatan Siti Nurbaya. Jembatan ini membentang di atas Muara Batang Arau yang menghubungkan antara Taman Siti Nurbaya dan Kota Tua. Panjangnya memang hanya 156 meter, tetapi kisahnya begitu melegenda.

Kabarnya tempat ini lokasi pemakaman dari sosok Siti Nurbaya yang sangat populer di dunia sastra Indonesia. Tetapi Anda mungkin akan lebih suka dengan pemandangannya, karena dari sini bisa melihat Kota Tua dari atas jembatan. [Fath]

 

 

 

 

Tags: Istana Pagaruyungjam gadangSiti Nurbaya
Share14Tweet9Send
Previous Post

Kontingen TMI Al-Amien Prenduan Sabet 3 Kejuaraan MQK Jawa Timur

Next Post

Masjid Tuo Kayu Jao, Cagar Budaya Sumbar

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulisย Bukuย Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Adab Ilmu

25 January 2026
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

0
Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

0
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

0
Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

0
Gontor Raih Penghargaan ‘Pesantren Teladan Pajak’ dari DJP Jawa Timur

Gontor Raih Penghargaan ‘Pesantren Teladan Pajak’ dari DJP Jawa Timur

0
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

16 August 2026
Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

16 August 2026
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
UNIDA Gontor Kerjasama Magang dengan Elcorps Bandung

UNIDA Gontor Kerjasama Magang dengan Elcorps Bandung

16 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

16 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
๐Ÿ“– Juli 2026 โ€“ Seabad Mendidik Bangsa
๐Ÿ“– Agustus 2026 โ€“ UNIDA Gontor Mendunia
๐Ÿ“– September 2026 โ€“ Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda๐Ÿ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
๐Ÿ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR ๐Ÿ“ฃPerkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 โ€“ Spesial 100 Tahun Gontor.โœ”๏ธ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
โœ”๏ธ Kontribusi Rp1.500.000.
โœ”๏ธ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.๐Ÿ“ https://tinyurl.com/iklan-magon๐Ÿ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.๐Ÿ“Œ Kontribusi seikhlasnya
๐Ÿ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
๐Ÿ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
โœ… Logo Usaha
โœ… Foto Produk
โœ… Deskripsi Singkat
โœ… Website/Sosial Media (jika ada)๐Ÿ“ฒ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg๐Ÿ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor

ยฉ 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
โ–ฒ
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result