Kolombo, Gontornews — Setidaknya 100-120 paus terdampar di pantai laut Panadura, Selatan ibu kota Sri Lanka, Kolombo, Selasa (3/11). Angkatan Laut, yang bertugas, melaporkan bahwa pihaknya berhasil menyelamatkan lebih dari 120 paus yang terdampar dengan mendorongnya kembali ke lautan.
“Kami mendorong mundur semuanya tadi malam, sekitar 100 hingga 120 paus,” kata Juru bicara Angkatan Laut, Indika de Silva, kepada Reuters.
Selain petugas, sejumlah penduduk di sekitar perairan Panadura terpaksa melanggar aturan jam malam demi membantu angkatan laut mendorong paus menuju wilayah perairan. Sebagai informasi, Sri Lanka memberlakukan jam malam demi membatasi penularan Covid-19.
Dalam operasi tersebut, empat ekor paus mati selama operasi penyelamatan.
“Saya sedang memancing ketika saya melihat bayangan hitam dan 100 orang datang,” kata nelayan Panadura, Upul Ranjith.
“Kami mendorong, sebanyak yang kami bisa, mereka untuk kembali ke lautan,” imbuh Ranjith.
“Saya tidak mengetahui mengapa ini terjadi. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ini pertama kalinya saya melihat (fenomena ini),” celoteh Ranjith.
Sejumlah ilmuwan masih menganggap fenomena terdamparnya paus di perairan dangkal sebagai misteri.
Pada bulan September lalu misalnya, rautsan paus mati di perairan dangkal di lepas pantai Australia. Terdamparnya ratusan paus ini lantas mendadak viral serta menjadi fenomena mengerikan sepanjang sejarah terdamparnya paus di laut dangkal. [Mohamad Deny Irawan]





















