Ras al-Ainn, Gontornews — Operasi militer Turki di Timur Laut Suriah, atau wilayah perbatasan Turki-Suriah mendapatkan reaksi dari negara-negara di dunia dan organisasi internasional. Mereka khawatir, operasi yang tengah berlangsung itu akan mengancam regional Suriah dan kemungkinan bangkitnya ISIS.
Hari ini, Kamis (10/10) Turki telah melancarkan operasi militer terhadap kelompok Kurdi di timur laut Suriah, beberapa hari setelah pasukan AS keluar dari daerah itu.
Ankara mengatakan pihaknya menargetkan Negara ISIS dan pasukan pimpinan Kurdi yang nguasai wilayah di wilayah perbatasan, serta ingin menciptakan zona aman di mana akan dijadikan tempat tinggal bagi para pengungsi Suriah yang saat ini berada di Turki.
Berikut adalah reaksi dunia mengenai operasi militer Turki, seperti yang dikutip Aljazeera,
Persatuan Bangsa-bangsa (PBB)
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan setiap operasi militer yang dilakukan harus sepenuhnya menghormati Piagam PBB dan hukum humaniter internasional.
“Warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi. Sekretaris jenderal percaya bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik Suriah,” kata Juru bicara Sekjend PBB Farhan Haq
Selain itu, Presiden Dewan Keamanan PBB, yang juga Duta Besar Afrika Selatan, Jerry Matthews Matjila, juga mengimbau Turki untuk melindungi warga sipil dan melakukan pengekangan dengan maksimum.
EU
Ketua Uni Eropa Jean-Claude Juncker menuntut Turki untuk menghentikan operasi militernya, ia mengatakan kepada Ankara bahwa operasi militer itu tidak akan pernah bisa mewujudkan zona aman seperti yang diharapkan Turki.
Pejabat tinggi kebijakan luar negeri UE, Federica Mogherini juga memperingatkan bahwa tindakan sepihak Turki dianggap sangat mengancam kesepakatan bersama Barat dan Turki dan negara-negara lain untuk mengalahkan ISIS.
Tindakan militer Turki, katanya, mempertaruhkan ketidakstabilan yang berlarut-larut di timur laut Suriah, serta menyediakan lahan subur bagi kebangkitan ISIS.
“Menjaga agar para pejuang ISIS yang ditangkap di Suriah tetap aman adalah keharusan untuk mencegah mereka bergabung dengan barisan kelompok-kelompok teroris,” tambahnya.
NATO
Kepala NATO Jens Stoltenberg mendesak Turki untuk menahan diri. Namun demikian NATO mengakui bahwa Ankara memiliki masalah keamanan yang sah.
“Sangat penting untuk menghindari tindakan yang mengancam kestabilan di kawasan itu, meningkatkan ketegangan, dan menyebabkan lebih banyak penderitaan manusia,” kata Stoltenberg pada konferensi pers di Roma.
“Saya mengaharapkan Turki untuk bertindak dengan pengekangan dan untuk memastikan bahwa tindakan apa pun yang mungkin dilakukan di Suriah utara adalah proporsional dan terukur.”
Liga Arab
Wakil sekretaris jenderal Liga Arab, Hossam Zaki mengatakan bahwa para menteri luar negeri dari seluruh wilayah akan bertemu di Kairo pada hari Sabtu (12/10) untuk membahas operasi militer Turki.
Sementara itu, Kepala Organisasi pan-Arab mengatakan bahwa serangan Turki adalah pelanggaran yang dilakukan secara terang-terangan terhadap kedaulatan Suriah dan mengancam integritas Suriah.
Dia juga menambahkan bahwa serangan Turki juga mengancam untuk mengobarkan konflik lebih lanjut di Suriah timur dan utara, “Dan dapat memungkinkan bangkitnya ISIS, ” tegasnya.
Masih banyak lagi negara-negara dunia yang merespon dan bereaksi terhadap operasi militer yang dilakukan Turki saat ini. [Devi Lusianawati]
























