Ngawi, Gontornews – Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 Mantingan, Ngawi, mengadakan Reformasi Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gugusdepan Gerakan Pramuka (KGGP) di Auditorium pada hari Senin (19/6/2023) malam.
Reformasi kepengurusan OPPM dan KGGP ialah reorganisasi struktur yang ditinjau baik dari segi kinerja anggota, maupun etos kerjasama dari setiap bagian. Langkah ini dilakukan guna mengoptimalkan program-program mendatang demi tercapainya tujuan bersama dalam organisasi.
Sebanyak 860 santriyah kelas 5 serta 755 santriyah kelas 6 menyimak pesan dan nasihat Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc, MAg yang dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Reformasi.
Surat keputusan tersebut menyatakan bahwa sebanyak 26 santriyah kelas 6 dari rayon yang diangkat ke bagian OPPM, satu santriyah diangkat menjadi Staf Administrasi, dan satu santriyah diangkat ke andalan KGGP. Sementara itu, lima santriyah kelas 5 juga diangkat menjadi kader di beberapa bagian OPPM dengan rincian sebagai berikut:
| NO | NAMA | KELAS | KONSULAT | BAGIAN |
| 1 | Safa Halina | 5D | Yogyakarta | Koperasi Dapur Pelajar |
| 2 | Nadia Puji | 5H | Ngawi | Koperasi Pelajar |
| 3 | Zakiyatul Maghfiroh | 5G | Malang | Koperasi Warung Pelajar |
| 4 | Cinta Lu’luil | 5B | Subang | Penerangan |
| 5 | Nailatussyifa | 5B | Subang | Penerimaan Tamu |
Di samping itu, terdapat pula pergantian dan perpindahan struktur internal di beberapa bagian OPPM. Dengan demikian, total seluruh anggota OPPM pascareformasi dari 202 orang bertambah menjadi 226 orang. Sementara pertambahan jumlah anggota KGGP dari 52 orang menjadi 53 orang.
“Kita di pondok, bahkan dalam kehidupan, itu semuanya dititipi. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, pada waktunya akan diambil. Umur titipan, harta titipan, jiwa titipan dan akan diambil oleh yang memiliki, begitu juga dengan OPPM dan Koordinator,” pesan Wakil Pengasuh kepada seluruh santriyah kelas 5 dan 6.
Inilah salah satu nilai yang ditanamkan Gontor dalam jiwa para santrinya. Bahwa amanah dan kedudukan ialah nikmat dari Allah SWT yang harus disyukuri, karena tak sembarang orang yang mendapat kepercayaan untuk mengembannya. Namun demikian, hal itu juga merupakan titipan yang harus betul-betul dijaga dengan penuh tanggung jawab, dan pada akhirnya nanti akan kembali kepada-Nya. [Ghalia/Raya/Aya]




















