Bogor, Gontornews — Institut Agama Islam Tazkia mengadakan tasyakuran dan doa bersama dalam rangka memberikan apresiasi kepada para mahasiswa Tazkia yang telah berprestasi di bidang akademik dan nonakademik baik di ajang regional maupun nasional. Hal ini merupakan agenda rutin yang diadakan, terkadang hingga tiga kali dalam satu semester.
Dalam kesempatan kali ini, Rektor mengundang 50 mahasiswa terbaik yang telah memenangkan perlombaan. Para mahasiswa tersebut mengikuti berbagai macam cabang perlombaan seperti Olimpiade, Business Plan, LKTI, MTQ, MHQ, Desain, Video Kreatif, Pencak Silat, Duta Baca, dan masih banyak lainnya.
Dalam kesempatan ini Rektor IAI Tazkia, Murniati Mukhlisin secara langsung menerima para juara. Ia memberikan banyak motivasi dan semangat kepada para juara. “Sebagai mahasiswa kampus ekonomi syariah kita harus memberikan kontribusi terbaik untuk dakwah ini. Salah satunya dengan mengikuti ajang kompetisi. Dengan begitu kita akan ikut andil mensyiarkan ekonomi syariah bukan hanya tingkat nasional tapi juga ke tingkat global,” ujarnya.
Arif Sumandar selaku pembimbing mahasiswa yang selalu menemani dan memberikan dukungan dalam ajang kompetisi perlombaan menjelaskan IAI Tazkia sebagai kampus ekonomi syariah yang telah berdiri selama 23 tahun, selalu mengajak para mahasiswanya untuk terus aktif mengambil peran. Dosen dan mahasiswa senior menjadi mentor dalam menyiapkan mahasiswa yang akan ikut kompetisi.
Dalam sesi ini juga Rektor IAI Tazkia menerima secara simbolis Tropi Juara 1 Olimpiade Nasional, dan di akhir agenda ditutup dengan doa dan jamuan makan siang bersama serta ramah tamah dengan para juara. Turut hadir pada acara itu Direktur Pusat Matrikulasi Miftakhussurur dan Kepala Bagian Kemahasiswaan Rizqi Zakiya.
Abdullah Haidar, salah satu mentor dari mahasiswa yang menebus rekor juara terbanyak tiga tahun lalu menyampaikan pesan singkatnya: “Semoga Kampus Tazkia terus melahirkan para juara yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadis.”[]






















