Kupang, Gontornews – Ribuan hektar lahan di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda kekeringan. Akibatnya ribuah hektare lahan tersebut mengalami gagal panen.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan menjelaskan setidaknya ada sekitar 1.000 hektare lahan persawahan yang telah ditanami padi yang mengalami gagal panen lantaran kekeringan yang melanda wilayah itu.
“Ini dampak kemarau yang melanda daerah ini,” katanya seperti dikutip Antara, Sabtu (7/9)
Menurutnya sejak Agustus bulan lalu, di kabupaten itu sudah tidak lagi terjadi hujan sehingga air yang mengairi lahan persawahan milik petani setempat mengalami gagal panen.
“Sumber mata air yang mengairi 1.000 hektare lahan persawahan itu sudah mengering,” tambahnya.
Ia menjelaskan 1.000 hektare lahan persawahan yang mengalami gagal panen tersebar di 27 desa di enam Kecamatan. Yaitu di Kecamatan Komodo berada di lima desa), kemudian di Kecamatan Boleng ada empat desa.
Sementara di Kecamatan Sanongoang gagal panen terjadi di lima desa. Kecamatan Mbeliling terdapat delapan desa, lalu di Kecamatan Lembor ada satu desa dan Kecamatan Welak ada empat desa.
Banyaknya sumber mata air yang digunakan untuk mengairi ribuan haktare persawahan itu yang mulai mengering sehingga menyebabkan banyak tanaman padi milik petani yang telah ditanam mengalami kekeringan dan gagal panen.
“Selain tanaman padi ada juga tanaman jagung seluas 38,28 hektare, tanaman kacang hijau hampir 20 hektare dan kacang kedelai 13 hektare yang juga mengalami kekeringan, ” jelasnya. [Devi Lusianawati]
Sumber foto : Republika





















