Moskow, Gontornews–Selama setahun, Rusia melawan 70 ribu serangan cyber yang datang dari dalam dan luar negeri. Hacking ini bertujuan untuk merusak inftrastruktur yang ada di instansi, lembaga dan perusahaan-perusahaan kelas besar di Rusia.
“Tujuh puluh juta serangan cyber (ditargetkan) terhadap fasilitas yang relevan dari Federasi Rusia selama tahun lalu (2016),” kata juru bicara Kepala Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia Nikolay Murashov dilansir russia today (25/1).
Murashov menegaskan, sebagian besar serangan cyber berasal dari luar negeri. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan informasi untuk mengamankan system komunikasi yang sudah terbangun selama beberapa tahun terakhir ini.
Murashov bersikeras bahwa saat ini Rusia memiliki potensi yang cukup dalam pengembangan sarana keamanan informasi.
Namun, menurutnya, banyak perusahaan besar Rusia, seperti yang dikendalikan negara Gazprom dan orang-orang yang bertanggung jawab atas infrastruktur kereta api, dan beberapa perusahaan lainnya masih rentan terhadap serangan tersebut.
Pemerintah Rusia merancang RUU baru berjudul “Keamanan Infrastruktur Kritis Federasi Rusia,” yang dirancang untuk memastikan bahwa semua perusahaan dianggap sebagai bagian dari infrastruktur kritis Rusia. Nantinya dengan kebijakan baru ini system keamanannya akan dilengkapi sarana yang efektif untuk melawan cyberattacks.
Sebelumnya pada bulan Januari, kepala Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev, mengatakan bahwa Rusia terancam banyak kerusakan pada sistem informasi yang dilakukan para hacking dari luar negeri. Patrushev mencatat bahwa Washington di bawah pemerintahan Barack Obama terus-menerus melakukan hacking.
“Semua server internet utama terletak di wilayah AS dan digunakan oleh Washington untuk kecerdasan dan tujuan lain yang bertujuan untuk mempertahankan dominasinya di dunia,” terangnya. [Ahmad Muhajir]





















