Bekasi, Gontornews – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Ustadz Bachtiar Natsir (UBN) menyebut bahwa perolehan dana yang digunakan untuk aksi bela islam (ABI) pertama jumlahnya ‘hanya’ 3,1 milyar Rupiah dengan penggunaan yang tidak lebih dari 1 Milyar Rupiah.
“Saya paling suka kalau ada yang nanya soal dana (yang diperoleh GNPF-MUI) ini,” sebut UBN saat menjawab pertanyaan peserta yang hadir dalam acara Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Umat Islam di Pondok Pesantren At-Taqwa, Bekasi, Rabu (25/1).
“Ini bedanya duit berkah umat islam dan (duit hasil penggandaan) kanjeng dimas,” tambahnya.
UBN juga menyampaikan adanya pihak yang dengan sengaja ingin menggembosi ABI jilid satu. Meski demikian, UBN enggan menyebut berapa nominal uang yang mungkin diterima oleh penggerak ABI seperti dirinya dan Habib Rizieq Syihab.
Sebaliknya, UBN menggarisbawahi keikhlasan serta halalnya uang yang diberikan oleh para donatur berandil besar dalam kesuksesan acara ABI dengan tujuan penegakan hukum terhadap tersangka penistaan Agama, Basuki Tjahaja Purnama.
“Yang nyumbang itu orang-orang yang luar biasa ikhlasnya dan halalnya,” jelas Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut.
Turut hadir dalam pertemuan ini, Ketua GNPF-MUI, Ustadz Bachtiar Natsir, Ketua Yayasan At-Taqwa, KH Amin Noer, Pimpinan Pesantren At-Taqwa Putra, KH Nurul Anwar dan KH Abid Marzuki selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam At-Taqwa sekaligus moderator. Mohamad Deny Irawan





















