pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 5 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Saling Memaafkan: Jalan Sunyi Menuju Ampunan Allah

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia  

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
6 February 2026
in Tafsir
0
Saling Memaafkan: Jalan Sunyi Menuju Ampunan Allah

Foto: Bashirah Media

Landasan Teologis

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ ۝١٣٣الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ۝١٣٤

“(133) Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (134) (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran: 133-134)

Interpretasi Para Musafir

BACA JUGA

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Dalam Tafsir Al-Baghawi disebutkan maksud firman Allah “Dan bersegeralah kalian”: menurut Ibnu ‘Abbas RA yaitu menuju Islam. Dalam riwayat lain dari Ikrimah yaitu menuju tobat. Adapun menurut ‘Ali bin Abi Thalib RA yaitu menuju pelaksanaan kewajiban-kewajiban.

Abu Al-‘Aliyah juga berkata maksudnya menuju hijrah. Adh-Dhahhak berkata: menuju jihad. Sedangkan Muqatil berkata: menuju amal-amal shalih. Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa yang dimaksud “bersegeralah kalian” yaitu takbir pertama (dalam shalat).

Adapun makna firman Allah “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) di waktu lapang dan sempit”, artinya dalam keadaan mudah maupun sulit. Hal pertama yang disebutkan dari akhlak mereka yang menyebabkan masuk surga yaitu sifat dermawan.

Dalam Tafsir Al-Baghawi juga disebutkan makna ayat “Dan orang-orang yang menahan amarah”, maksudnya orang-orang yang menelan amarah ketika jiwa mereka telah dipenuhi olehnya. Kazhmu (menahan) berarti menahan sesuatu saat sudah penuh. Menahan amarah ketika seseorang dipenuhi kemarahan namun ia menahannya dalam dirinya dan tidak menampakkannya.

Adapun makna “Dan orang-orang yang memaafkan manusia”, Al-Kalbi berkata: yakni memaafkan para hamba sahaya atas buruknya adab mereka.

Zaid bin Aslam dan Muqatil juga berkata: yakni memaafkan orang yang menzalimi dan berbuat buruk kepada mereka. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Dalam Tafsir As-sa’di disebutkan, Allah menjelaskan sifat orang-orang bertakwa dan amal perbuatan mereka, seraya berfirman: “(yaitu) orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit”, maksudnya dalam keadaan susah maupun senang; ketika mereka lapang, mereka memperbanyak infak, dan ketika sempit, mereka tidak meremehkan kebaikan sedikit pun walaupun kecil.

“Dan orang-orang yang menahan amarah”, yaitu apabila mereka mendapatkan gangguan dari orang lain yang menimbulkan kemarahan yakni hati yang dipenuhi rasa kesal yang mendorong untuk membalas dengan ucapan atau perbuatan, mereka tidak mengikuti dorongan tabiat manusia, tetapi menahan amarah dalam hati dan bersabar untuk tidak membalas orang yang berbuat buruk kepada mereka.

Sedangkan dalam Tafsir Al-Munir disebutkan, Imam Al-Zuhayli berpendapat bahwa ayat ini mengisyaratkan tentang kemuliaan Rasulullah SAW yang memaafkan para pasukan pemanah saat mereka tidak mengikuti intruksi beliau dalam perang Uhud.  Beliau juga memaafkan perilaku orang-orang musyrik yang menjadi penyebab kematian pamannya, Hamzah bin Abd al-Mutallib.

Imam al-Zuhayli juga menafsirkan seseorang yang memaafkan orang yang berbuat zalim kepadanya, padahal ia mampu membalasnya, maka perilaku ini menunjukkan kemampuannya untuk mengendalikan diri, kebijaksanaannya dalam berpikir dan karakternya yang kuat. Perilaku ini lebih baik dari pada seseorang yang dapat menahan amarahnya.

Tafsir Al-Wasith menyebutkan, menurut Sayyid Tanthawi perilaku menafkahkan harta dalam ayat ini disebut lebih awal dari pada perilaku menahan amarah dan memaafkan orang lain, sebab seseorang yang rela menafkahkan sebagian hartanya dalam keadaan suka dan duka, maka ia termasuk orang yang murni hatinya dan benar-benar ikhlas. Ia memiliki komitmen yang mendalam terhadap ajaran agama dan ketaatan kepada Allah SWT.

Allah berfirman, yang artinya: Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. (QS Al-Baqarah: 274)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, Allah menganjurkan mereka untuk segera melakukan kebaikan dan bersegera meraih kedekatan dengan-Nya. Maka Allah berfirman: “Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang bertakwa.”

Dalam ayat ini ada empat sifat orang yang bertakwa, yaitu: Suka berinfak, Mampu menahan amarah, Memaafkan orang lain, dan Berbuat hal baik kepada sesama makhluk. Sifat-sifat ini bisa dikategorikan sebagai nilai pendidikan sosial di masyarakat.

Inti Reflektif

Surat Ali ‘Imran ayat 133-134 mengajarkan bahwa ampunan Allah dapat diraih dengan mengendalikan amarah dan saling memaafkan sesama. Memaafkan adalah kekuatan batin yang menunjukkan kedewasaan iman dan ketakwaan.

Orang yang mampu memaafkan, membersihkan diri sekaligus mendekatkan diri kepada Allah. Dengan demikian, saling memaafkan merupakan jalan sunyi penuh keikhlasan yang membawa pada rahmat dan ampunan Allah.

Nilai-nilai Pendidikan

Surat Ali ‘Imran ayat 133-134 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan bagi manusia. Pertama, Nilai Spiritual (Keimanan dan Ketakwaan). Surat Ali Imran ayat 133–134 memberikan landasan kuat dalam membentuk dan menumbuhkan nilai spiritual (ruhiyah) dalam diri seorang muslim. Nilai spiritual dalam ayat ini berfokus pada kedekatan dengan Allah, penyucian jiwa, serta pengamalan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu guru dan orang tua harus mengajarkan peserta didik agar dekat dengan Allah, mampu mengendalian diri, peduli sosial, sikap pemaaf, dan konsistensi dalam kebaikan. Kebiasaan ini membentuk pribadi yang tenang, berakhlak mulia, dan memiliki hubungan yang kuat dengan Allah serta sesama manusia.

Kedua, Nilai Pengendalian Emosi. Surat Ali Imran ayat 133–134 menegaskan bahwa salah satu ciri orang bertakwa yaitu “menahan amarah” dan “memaafkan orang lain”. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian emosi merupakan bagian penting dari pendidikan spiritual dan akhlak dalam Islam. Pengendalian emosi berakar dari ketakwaan kepada Allah, menyadari bahwa Allah mencintai orang yang mampu mengendalikan amarah dan meyakini bahwa menahan emosi merupakan bentuk ibadah.

Guru dan orang tua harus mengajarkan peserta didik untuk selalu mengingat Allah saat marah dan menyadari bahwa setiap reaksi akan dipertanggungjawabkan. Dengan pengendalian emosi yang baik, peserta didik dapat membangun hubungan sosial yang harmonis serta meningkatkan kualitas spiritualnya di hadapan Allah.

Ketiga, Nilai Pemaaf dan Toleransi. Ayat ini menegaskan bahwa memaafkan dan toleransi merupakan ciri orang bertakwa yang dicintai Allah. Ayat ini menjadi anjuran memaafkan kesalahan orang lain dan mengajarkan kelapangan hati, menghindari dendam, membangun hubungan harmonis dan membantu menciptakan lingkungan sosial yang rukun.

Guru dan orang tua harus mengingatkan dan mengajarkan peserta didik bahwa memaafkan merupakan perintah Allah yang berbuah pahala. Siswa harus dibiasakan menyelesaikan konflik melalui dialog dan guru memberi teladan memaafkan kesalahan siswa dengan bijak. Nilai ini membentuk pribadi yang damai, dewasa, dan dicintai Allah (muhsinin).

Keempat, Nilai Kepedulian dan Kedermawanan. Ayat ini menegaskan bahwa kedermawanan merupakan tanda ketakwaan kepada Allah. Ayat ini menekankan berbagi, baik saat lapang maupun sempit. Keteladanan sangat penting dalam membentuk karakter dermawan. Adapun kepedulian lahir dari kemampuan merasakan kebutuhan orang lain dan tumbuh dari kebiasaan kecil yang konsisten.

Guru dan orang tua harus mendidik peserta didik untuk membiasakan berbagi, penanaman empati, keteladanan, dan penguatan nilai spiritual dan kegiatan sosial nyata. Hal ini dapat membentuk pribadi peserta didik yang peduli, dermawan, dan dicintai Allah.

Landasan Teoretis

Dalam Islam, memaafkan (al-‘afwu) artinya menghapus kesalahan, melepaskan dendam, dan membersihkan hati dari rasa sakit hati atau tuntutan balasan, demi menjaga hubungan baik, ketenangan batin, dan mencari keridhaan Allah. Ini bukan hanya sekadar melupakan, tetapi juga menghilangkan keinginan untuk membalas, menunjukkan akhlak mulia, tawadhu’, dan menjadi jalan menuju ampunan-Nya.

Allah berfirman:

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَاۚ فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

“Balasan suatu keburukan yaitu keburukan yang setimpal. Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS Asy-Syura: 40).

Saling memaafkan merupakan jalan sunyi yang mulia menuju ampunan Allah. Seorang  Muslim melepaskan dendam dan amarah untuk meraih keridhaan-Nya, sesuai Surat Ali Imran ayat 134. Memaafkan kesalahan sesama bahkan saat mampu membalas dijamin pahalanya oleh Allah, mengangkat derajat pelakunya, dan mengundang ampunan-Nya yang luas.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَقَالَ عَثْرَةً أَقَالَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa memaafkan kesalahan orang lain maka Allah akan memaafkan kesalahannya pada hari kiamat.”  (HR Ahmad, No. 7122)

Memaafkan orang lain sangat besar keutamaannya. Memaafkan juga meningkatkan derajat seseorang, menjadikannya orang yang bertakwa dan ahli surga, serta mendatangkan kebaikan dan kemuliaan di dunia dan akhirat. Allah memerintahkan kita agar selalu bisa memaafkan kesalahan orang lain.

Allah berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ

“Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.” (QS Al-’Araf ayat 199)

Keutamaan Saling Memaafkan

Lalu apa manfaat atau keutamaan saling memaafkan? Pertama, Memaafkan merupakan Jalan Menuju Kemuliaan. Rasulullah SAW bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زادَ اللهُ عَبْداً بعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً، وَمَا تَوَاضَعَ أحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ

“Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat).” (HR Muslim)

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kemuliaan yang dimaksudkan dalam hadis di atas memiliki dua dimensi. Pertama, di dunia, orang yang pemaaf akan disegani dan dicintai oleh manusia karena kelapangan hatinya. Kedua, di akhirat, Allah akan memberikan pahala yang besar dan meninggikan kedudukannya sebagai ganjaran atas kesabarannya.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menempatkan pemaafan sebagai obat bagi penyakit hati seperti dendam dan marah. Memaafkan merupakan tingkatan akhlak yang paling tinggi. Ini bukan tanda kelemahan, tetapi bukti penguasaan diri yang sempurna.

Kedua, Disukai oleh Allah. Allah SWT berfirman:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

“(Yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran: 134).

Ketiga, Memperoleh Ampunan Allah. Allah SWT berfirman:

اِنْ تُبْدُوْا خَيْرًا اَوْ تُخْفُوْهُ اَوْ تَعْفُوْا عَنْ سُوْۤءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيْرًا

“Jika kamu menampakkan atau menyembunyikan suatu kebaikan atau memaafkan suatu kesalahan, sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Mahakuasa.”
(QS An-Nisa: 149)

Cara Saling Memaafkan

Berikut ini cara-cara agar saling memaafkan menjadi jalan sunyi menuju ampunan Allah. Pertama, Senantiasa Belajar untuk Memaafkan dan Berlapang Dada. Allah SWT berfirman:

وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nur :22).

Kedua, Senantiasa Meningkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan dan Berbuat Kebaikan. Allah berfirman:

وَاَنْ تَعْفُوْٓا اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۗ وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

“Dan jika kamu memaafkan itu lebih dekat pada ketakwaan. Janganlah melupakan kebaikan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Baqarah: 237)

Ketiga, Tidak Mengikuti Hawa Nafsu. Allah berfirman:

اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۗ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًاۙ

“Sudahkah engkau (Nabi Muhammad) melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya? (QS Al-Furqan: 43)

Keempat, Senantiasa Berusaha Berbuat Baik dan Tidak Membalas Kejahatan Orang Lain. Rasulullah SAW bersabda:

يَا رَسُول اللَّه، إِنَّ لِي قَرابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُوني، وَأُحْسِنُ إِلَيْهِم وَيُسِيئُونَ إِليَّ، وأَحْلُمُ عنهُمْ وَيَجْهَلُونَ علَيَّ، فَقَالَ: لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ المَلَّ، وَلا يَزَالُ معكَ مِنَ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلكَ

“Wahai Rasulullah, saya memiliki kerabat, saya sambung tapi mereka malah memutuskan, mereka berbuat buruk kepada saya tapi saya berusaha untuk berbuat baik kepada mereka. Mereka berbuat jahil kepada saya tapi saya sabar tidak ingin membalas dengan yang sama. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Jika yang kamu katakan itu benar, maka seakan-akan kamu menaburkan debu panas ke wajahnya dan senantiasa Allah akan menolong kamu selama kamu terus berbuat seperti itu’.” (HR Muslim)

Kisah Teladan

Salah satu kisah inspiratif yang disampaikan yaitu peristiwa Rasulullah SAW saat berdakwah di Thaif pada tahun 619 M. Setelah hampir 10 tahun berdakwah di Mekkah, Rasulullah menuju Thaif bersama sahabatnya, Zaid bin Haritsah, menempuh perjalanan sekitar 150 km. Namun, penduduk Thaif tidak hanya menolak seruan Rasulullah, tetapi juga melempari beliau dengan batu hingga terluka di pelipis dan tumitnya.

Ketika Rasulullah SAW berlindung di pinggiran kota, Malaikat Jibril datang menawarkan untuk menghancurkan penduduk Thaif dengan menimpakan dua gunung. Namun, dengan penuh kasih sayang, Rasulullah menolak dan justru mendoakan mereka agar mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Doa beliau akhirnya dikabulkan, dan generasi setelahnya banyak yang memeluk Islam serta menjadikan Thaif sebagai daerah yang subur dan Makmur.

Contoh lain dari kekuatan pemaaf Rasulullah SAW yaitu kisah beliau dengan seorang pengemis Yahudi buta di pasar Madinah. Pengemis ini selalu mencaci maki Rasulullah dengan sebutan pembohong dan penyihir. Namun, Rasulullah justru datang setiap hari menyuapinya dengan lembut. Setelah wafatnya Rasulullah, kebiasaan ini diteruskan oleh Khalifah Abu Bakar. Saat pengemis itu mengetahui bahwa orang yang selama ini menyuapinya Rasulullah SAW, yang ia caci maki, ia menangis dan akhirnya mengucapkan syahadat.

Jika Rasulullah SAW yang begitu dihina dan disakiti masih bisa memaafkan, maka sudah seharusnya kita sebagai umatnya meneladani sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mempraktikkan sikap pemaaf, seseorang tidak hanya mendapatkan kedamaian dalam dirinya, tetapi juga membuka peluang bagi orang lain untuk berubah menjadi lebih baik.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau suka memaafkan (hamba-Mu), maka maafkanlah aku.” (HR Tirmidzi) []

Share36Tweet23Send
Previous Post

Menko Pemberdayaan Masyarakat Berkunjung ke Darel Azhar Banten

Next Post

Sidogiri: Organisme Pesantren yang Menjawab Tantangan Zaman dengan Regenerasi dan Jaringan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

30 August 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

30 August 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

0
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

0
pembukaan gihes

GIHES 2026: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Holistik

0
Nyali Kemandirian ala Pesantren

Nyali Kemandirian ala Pesantren

0
Rasa Malu*

Rasa Malu*

0
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

5 September 2026
pembukaan gihes

GIHES 2026: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Holistik

5 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Nyali Kemandirian ala Pesantren

Nyali Kemandirian ala Pesantren

5 September 2026
Rasa Malu*

Rasa Malu*

4 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result