Bogor, Gontornews – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insantama Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan Pekan Ta’aruf. Kegiatan empat hari ini, Selasa – Jumat (15-18/7/2025), diikuti seluruh siswa dan guru. Termasuk siswa baru yang berjumlah 141 siswa.
Mereka semua disambut oleh para guru yang mengenakan kostum profesi dengan diiringi musik penuh ceria.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SDIT Insantama Leuwiliang, Zaenal Mutakin SPdI menuturkan, kostum profesi yang dikenakan para guru sesuai dengan tema Pekan Ta’aruf di sekolah itu “Generasi Juara: Shalih dan berprestasi”.
Di antara guru itu ada yang mengenakan kostum profesi tentara (TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Darat), dokter bedah, dokter umum, dokter spesialis, wartawan (reporter), pemain basket, petani, pendekar silat, dan profesi lainnya.
Zaenal menyebutkan, kegiatan Pekan Ta’aruf dimaksudkan agar para siswa dapat mengenal sekolah Insantama, guru-gurunya, dan teman-teman barunya. “Tapi yang tidak kalah pentingnya yaitu bagaimana siswa merasa senang dengan sekolah barunya,” ujarnya.
Di hari pertama Pekan Ta’aruf para siswa disuguhi sebuah teatrikal bertajuk “Semangat Baru di Sekolah Baru”. Dalam teatrikal ini diceritakan seorang siswa bernama Dodo yang malas ke sekolah karena beranggapan sekolah itu jenuh dan membosankan. Sekolah hanya duduk, mendengarkan guru, dan menulis sepanjang waktu.
Namun sang ayah berhasil meyakinkan Dodo bahwa sekolah barunya itu berbeda. Sekolah itu menyenangkan dan banyak kegiatan menarik seperti memasak, berkebun, berenang, futsal, dan kegiatan belajar di luar kelas, berkunjung ke tempat seru dan menyenangkan.
Akhirnya Dodo mau berangat sekolah. Ketika sampai di sekolah siswa disambut ramah dan menyenangkan oleh gurunya. Pada kesempatan itu sang guru menjelaskan makna cita-cita yang sesungguhnya. Pada teatrikal itu ada anak yang bercita-cita menjadi Batman, Ejen Ali dan ada juga yang tidak punya cita-cita seperti Dodo yang hanya ingin main HP.
“Melalui kegiatan seperti ini kami berharap anak-anak dapat berprestasi dengan potensi yang dimilikinya,” pungkas Zaenal. []






















