15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

‘Selimut Tanah’ yang Hentikan Kerakusan

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
6 November 2025
in Tafsir
0
‘Selimut Tanah’ yang Hentikan Kerakusan

Foto: Merdeka.com

Landasan Teologis

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ۝١

حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ۝٢

“Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu (1). Sampai kamu masuk ke dalam kubur (2).” (QS At-Takātsur: 1-2)

BACA JUGA

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Peran Jin dan Manusia dalam Kehidupan Sehari-hari

Membangun Integritas Pendidik dan Peserta Didik

Belajar Ikhlas dan Taat dalam Perjalanan Haji

Asbabun Nuzul

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Buraidah, dia mengatakan, “Ayat ini turun berkenaan dengan dua kabilah dari kalangan kaum Anshar. Yakni Bani Haritsah dan Bani Harits. Mereka saling berbangga dan memperbanyak harta.”

Satu kabilah mengatakan, “Adakah di antara kalian orang seperti fulan bin fulan bin fulan?” Kabilah yang satu lagi melakukan hal yang serupa. Mereka saling berbangga dengan menyebut orang-orang yang masih hidup.

Kemudian mereka berkata, “Mari ikutlah kami ke kuburan.” Lantas salah satu dari dua kabilah itu mengatakan, “Adakah di antara kalian orang seperti fulan bin fulan bin fulan?” Mereka berkata saling menunjuk-nunjuk kuburan tersebut. Lalu Allah menurunkan Surat At-Takātsur (Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur).

Interpretasi Para Mufasir

Tafsir Al-Baghawi menyebutkan makna “bermegah-megahan” dalam ayat ini yaitu bermegah-megahan dengan harta. Dan makna “Sampai kamu masuk ke dalam kubur”, maksudnya yaitu sampai kalian datang ke kuburan dan dikuburkan di dalamnya.

Ayat ini menjadi dalil yang menunjukkan benarnya pendapat tentang adanya azab kubur, karena Allah Mahaagung dan Mahasuci mengabarkan bahwa orang-orang yang telah dilalaikan oleh sikap bermegah-megahan itu akan mengetahui nasib mereka ketika “mengunjungi kubur”. Ini merupakan ancaman dan peringatan keras dari Allah kepada mereka.

Ayat ini tidak hanya menggambarkan bahwa manusia akan mati dan dikuburkan, tetapi juga menegaskan bahwa setelah kematian ada kesadaran dan pembalasan, yaitu azab kubur bagi orang-orang yang lalai dan terpedaya oleh dunia.

Sementara itu Tafsir Ibnu Katsir yang menuturkan makna takātsur “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” dalam tafsir ini merupakan kecintaan manusia terhadap dunia, kenikmatannya, dan keindahannya yang telah melalaikannya dari mencari akhirat dan mengusahakannya. Mereka terus-menerus dalam kelalaian itu hingga datang kematian kepadanya, lalu mereka masuk ke kuburan dan menjadi penghuninya.

Makna “sampai kamu masuk ke dalam kubur” dalam ayat kedua adalah mereka memahami bahwa orang yang mengunjungi kubur pasti akan berpindah darinya ke tempat lain, yakni menuju kehidupan setelah mati yaitu surga atau neraka.

Sedangkan dalam Tafsir Al-Qurthubi disebutkan “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” maknanya  berarti bermegah-megahan dalam memperbanyak sesuatu seperti memperbanyak harta, anak, atau kedudukan. Menurut Ibnu Abbas dan Al-Hasan Al-Bashri, yang dimaksud yaitu saling berbangga dalam hal banyak harta dan anak-anak. Sedangkan Qatadah berkata: Saling berbangga dengan banyak kabilah dan suku. Adapun Adh-Dhahhak berkata: Kalian disibukkan oleh urusan mencari penghidupan dan perdagangan.

Adapun “Sampai kalian mengunjungi kuburan”, maknanya yaitu hingga datang kepada kalian kematian, maka kalian pun menjadi penghuni kubur sebagai para “pengunjung” yang nantinya akan kembali lagi sebagaimana seorang tamu yang pulang ke rumahnya menuju surga atau neraka.

Dalam Tafsir Ath-Thabari disebutkan, yang dimaksud dengan “bermegah-megahan” adalah kesibukan manusia membanggakan diri dengan banyak harta dan keturunan sehingga melupakan akhirat. Disebutkan dalam ayat kedua “Sampai kalian masuk ke dalam kubur” maknanya adalah sampai kalian datang ke kuburan, lalu dikuburkan di dalamnya menjadi penghuni kubur.”

Ayat ini menegaskan bahwa manusia terus disibukkan oleh kebanggaan dunia memperbanyak harta, anak, dan pengikut. Sampai akhirnya mati dan dimasukkan ke dalam kubur. Namun, mengunjungi kubur bukan berarti berziarah sementara tetapi kiasan bagi kematian bahwa kalian akan “mengunjungi” kubur untuk tinggal sementara sampai dibangkitkan. Dan di dalam kubur itulah dimulai fase pembalasan, di mana azab kubur terjadi bagi orang yang durhaka.

Inti Reflektif

Ayat ini mengandung kritik spiritual terhadap kerakusan manusia. Refleksi utamanya bahwa manusia sering tidak menyadari bahwa ambisi duniawi bersifat tanpa batas dan tanpa ujung, sampai realitas kematian memutus seluruh perlombaan semu itu.

“Kerakusan yang tak berhenti hingga tanah menjadi selimut terakhir” menggambarkan perjalanan batin manusia yang terjebak dalam siklus hasrat: Dari keinginan menjadi kebutuhan; Dari kebutuhan menjadi tuntutan; Dari tuntutan menjadi kesombongan; hingga akhirnya kesadaran hadir hanya ketika tubuh telah ditutup tanah.

Dalam konteks ini, kematian menjadi cermin kesadaran terakhir, tempat segala kebanggaan runtuh dan hanya amal yang tersisa.

Dalam Tafsir Al-Lubab jilid 4 disebutkan sejumlah hikmah dari surat At-Takātsur. Pertama, hal duniawi membuat manusia lengah hingga datang kematiannya. Kedua, peringatan Allah SWT atas persaingan bermegah-megah di dunia tidak akan membawa kepuasan, yang ada hanya tekanan. Ketiga, mereka yang terlena akan keduniaan, kelak di akhirat akan menyesal. Keempat, semua kenikmatan yang diberikan Allah akan dihisab.

Nilai-nilai Pedagogis

Surat At-Takātsur ayat 1-2 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan (pedagogis) bagi manusia. Pertama, Nilai Kesadaran. Pendidik dan peserta didik diajak untuk menyadari bahaya kelalaian intelektual dan spiritual akibat kompetisi tanpa makna. Pendidikan bukan sekadar perlombaan nilai atau ranking, tetapi latihan kesadaran (conscious learning).

Implementasinya, pendidik menumbuhkan refleksi kritis terhadap orientasi belajar yang materialistik. Peserta didik diarahkan agar belajar menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah, bukan alat pamer kecerdasan.

Kedua, Nilai Kesederhanaan. Mendidik hati yang tidak terbuai pencapaian. “Sampai kamu masuk ke dalam kubur” menggambarkan akhir dari perjalanan ambisi duniawi. Pendidik dan peserta didik diingatkan agar tidak menjadikan capaian dunia sebagai ukuran utama nilai diri. Kesederhanaan menjadi kunci kebijaksanaan dalam pendidikan.

Implementasinya, penghargaan dalam pembelajaran diarahkan bukan hanya pada hasil, tetapi juga niat dan proses. Pendidik menjadi teladan kesederhanaan dalam gaya hidup dan cara berpikir.

Landasan Teoretis

Rakus dalam bahasa Arab disebut “al-Hirsh”, merupakan sifat tercela yang menggambarkan keinginan berlebihan terhadap harta benda, makanan, atau kesenangan duniawi. Dalam Islam, rakus dianggap sebagai salah satu sifat buruk yang harus dihindari karena dapat merusak kehidupan individu dan masyarakat.

Manusia sering sekali terhinggapi penyakit tamak dan rakus terhadap harta dan jabatan, Rasulullah SAW bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِهِ

Rasûlullâh SAW bersabda, “Dua serigala lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya.” (HR Imam At-Tirmidzi, No. 2376)

Al-Muhallab rahimahullah berkata dalam kitab Fathul Baari, “Ambisi manusia kepada jabatan dan kedudukan (kepemimpinan) merupakan sebab terjadinya peperangan di antara manusia sampai banyak orang yang terbunuh, harta mereka dirampas dan juga berbagai kerusakan besar terjadi di muka bumi dengan sebab ketamakan manusia kepada kepemimpinan.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam Majmû’ Fatâwâ, “Cinta kepada kepemimpinan (kedudukan atau jabatan) merupakan sumber kejahatan dan kezaliman.”

Sehingga orang yang rakus melupakan hari kiamat karena diliputi kejahatan dan kezaliman, merekapun jauh dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَلَا يَزْدَادُ النَّاسُ عَلَى الدُّنْيَا إِلَّا حِرْصًا، وَلَا يَزْدَادُوْنَ مِنَ اللهِ إِلَّا بُعْدًا

Hari Kiamat semakin dekat, dan tidak bertambah (kemauan) manusia kepada dunia melainkan semakin rakus, dan tidak bertambah (kedekatan) mereka kepada Allâh melainkan semakin jauh. (HR Al-Hakim)

Manusia juga tidak akan berhenti dalam segala keinginannya kecuali mulut dan badannya telah diselimuti tanah. Rasulullah SAW bersabda:

لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Menerima tobat siapa saja yang mau bertobat.” (HR Bukhari No. 6438)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitab Mawâridul Amân al-Muntaqa min Ighâtsatil Lahafân:

مُـحِبُّ الدُّنْيَا لَا يَنْفَكُّ مِنْ ثَلَاثٍ: هَمٌّ لَازِمٌ، وَتَعَبٌ دَائِمٌ، وَحَسْرَةٌ لَا تَنْقَضِى

Pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal: (1) Kesedihan (kegelisahan) yang terus-menerus, (2) Kecapaian (keletihan) yang berkelanjutan, dan (3) Penyesalan yang tidak pernah berhenti.

Penyesalan orang-orang yang mencintai dunia dan rakus terhadap segala sesuatu terjadi ketika dia sadar bahwa dirinya sudah berselimut tanah dan tidak bisa kembali ke dunia untuk mengubah keadaan atas amal perbuatannya.

Balasan bagi Orang Rakus

Lalu apa balasan bagi orang rakus? Orang rakus akan memperoleh balasan dari Allah SWT. Balasan itu di antaranya, pertama, neraka. Allah SWT berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ ۝١٥اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَيْسَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا النَّارُۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۝١٦

Siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan kepada mereka (balasan) perbuatan mereka di dalamnya dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan (15). Mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, sia-sialah apa yang telah mereka usahakan (di dunia), dan batallah apa yang dahulu selalu mereka kerjakan (16). (QS Hud: 15-16)

Kedua, adzab yang keras. Allah SWT berfirman:

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyak harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridhaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya. (QS Al-Hadid: 20)

Cara Terhindar dari Sikap Rakus

Bagaimana caranya agar kita terhindar dari sikap rakus terhadap dunia? Pertama, senantiasa menjadikan diri dan hati merasa cukup dengan rajin bersyukur. Rasulullah SAW bersabda:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR Bukhari No. 6446 dan Muslim No. 1051)

Kedua, banyak berdoa agar diberi kecukupan. Rasulullah SAW bersabda:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.” (HR Muslim No. 2721)

Ketiga, jangan berbuat kikir dan menyembunyikan karunia yang telah Allah berikan karena kikir merupakan salah satu sifat orang yang cinta dunia. Allah SWT berfirman:

ࣙالَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ وَيَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُوْنَ مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًاۚ

(Yaitu) orang-orang yang kikir, menyuruh orang (lain) berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan. (QS An-Nisa’: 37)

Keempat, pergunakanlah waktu sehat sebelum sakit dan hidup sebelum mati serta hiduplah di dunia bagaikan orang asing. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ [وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْرِ] وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasûlullâh SAW memegang kedua pundakku, lalu bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir’ dan persiapkan dirimu termasuk orang yang akan menjadi penghuni kubur (pasti akan mati).” Dan Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma pernah mengatakan, “Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.” (HR Imam Al-Bukhâri No. 6416)

Kelima, memperbanyak mengingat kematian. Rasulullah SAW bersabda:

أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ (يَعْنِيْ الْمَوْتَ)

“Perbanyaklah oleh kalian mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian).” (HR Imam At-Tirmidzi, no. 2307)

Orang Mukmin yang pintar yaitu orang yang selalu ingat kepada kematian dan paling baik mempersiapkan diri untuk akhirat, karena seorang Mukmin itu yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa dia pasti akan mati dan pasti akan kembali kepada Allâh Azza wa Jalla.

Keenam, senantiasa ingat bahwa amal shalih lebih baik daripada duniawi. Allah SWT berfirman:

اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا

Harta dan anak-anak merupakan perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS Al-Kahfi: 46)

Kisah Teladan

Di zaman Nabi Isa AS terdapat tiga pejalan kaki yang menemukan timbunan harta. Karena lapar, mereka sepakat menyuruh salah seorang dari mereka membeli makanan.

Di tengah perjalanan, terpikir oleh orang yang disuruh ke pasar itu untuk membunuh kedua rekannya dengan menaruh racun pada makanan. Dengan begitu, ia dapat lebih leluasa mengambil timbunan kekayaan itu hanya untuk dirinya sendiri.

Niat jahat itu kemudian ia kerjakan. Sementara itu, dua rekan yang lain pun sepakat untuk membunuh rekan yang diperintah membeli makanan, dengan harapan timbunan kekayaan itu hanya mereka bagi berdua.

Setelah rekan yang membeli makanan sampai di tempat, kedua rekannya langsung menerkam dan membunuhnya, setelah itu mereka menyantap makanan beracun yang dibawa korban kejahatan mereka. Apa hendak dikata, kedua lelaki ini pun tewas.

Konon, Nabi Isa As sempat mengunjungi tempat kejadian itu. Kepada pendukungnya yang setia, al-Hawariyun, ia berkata, ‘‘Lihat, inilah dunia. Bagaimana ia telah membunuh ketiga orang itu. Setelah mereka, tentu akan banyak lagi korban-korban berguguran dari para pemburu dan pecinta dunia.”

Kisah ini memperlihatkan bagaimana dunia telah memperdaya ketiga pejalan kaki itu. Keserakahan, iri hati, dan dengki telah merasuk dalam diri mereka sehingga tak seorang pun mendapat timbunan harta yang mereka temukan.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوءِ القَضَاءِ ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاء

Ya Allah aku meminta perlindungan kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, takdir yang jelek, dan kegembiraan musuh atas kekalahan. (HR Bukhari dan Muslim) []

Tags: KematianSelimut tanahSifat rakus
Share52Tweet32Send
Previous Post

Kiprah Daiyah Dewan Dakwah Pertama di Pedalaman Morowali

Next Post

Semarak Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor Bersama Ustadz Salim A Fillah

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result