Ponorogo, Gontornews — Tim Publikasi Riset dan Luaran Peringatan 100 Tahun Khidmah Pondok Modern Darussalam Gontor Kelas C, menginformasikan bahwa pada Ahad (3/11/2024) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Kampus Mantingan sukses mengadakan Tabligh Akbar Khidmah Masyarakat Memperingati 100 Tahun Gontor dengan tema “Membangun Generasi Umat yang Berakhlak Mulia”.
Acara yang diselenggarakan di Masjid An-Nur, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ini menyasar masyarakat setempat. Acara itu pun turut mengundang Prof Dr Ustadz Hamid Fahmy Zarkasyi MA Ed MPhil selaku Ketua Umum 100 tahun Gontor yang diwakili oleh Assoc Prof Dr Ustadz H Fairuz Subakir Ahmad MA. Tidak hanya itu, acara juga dimeriahkan dengan kehadiran beberapa tokoh pemerintah dan masyarakat antara lain AKP Budianto SSos (Kapolsek Mantingan), Kapten Inf Wardoyo (Danramil Mantingan), Sumarno SAg MPd (Kepala Desa Sambirejo), dan masih banyak lagi.
Dalam sambutannya, Ustadz Fairuz Subakir Ahmad menyampaikan, “Bareng-bareng kita di sini bukan hanya sebagai pengamat, melainkan juga sebagai pelaku sejarah.” Dengan ini Pondok Gontor mengajak masyarakat sekalian untuk tidak hanya sekedar menyaksikan sejarah berlalu di depan mata. Karena setiap individu memiliki peran yang krusial dalam membentuk jalannya sejarah.
Setiap tindakan, keputusan, dan pilihan yang kita buat, kita turut menuliskan lembaran baru dalam buku sejarah. “Masyarakat bukan hanya pembaca pasif, melainkan turut menjadi penulis aktif yang ikut membentuk narasi masa depan,” tegasnya.
Acara pun dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Ustadzah Titik Kartini, SPdI MPd dengan tema, “Membangun Generasi Umat yang Berakhlak Mulia”. “Semoga Pondok Modern Darussalam Gontor bisa memberikan generasi yang mampu berjuang di jalan Allah,” doa Ustadzah Titik kala itu.
Penutupan acara dimeriahkan dengan pengumuman pemenang lomba 100 tahun Gontor, penampilan pemenang dari lomba nasyid dan hadrah, serta pembagian door prize dengan hadiah yang sangat menarik.
Momentum acara peringatan 100 tahun PMDG ini dinilai sangat monumental karena dimeriahkan dengan ramah tamah berupa sarapan prasmanan untuk lebih dari 1.500 orang dan dimasak di 148 dapur. Didukung juga dengan aksi bakti sosial, seperti bazar, cek kesehatan, bekam, dan potong rambut gratis bagi masyarakat bersama asosiasi Persatuan Potong Rambut dari Magetan dan Asosiasi Bekam Ngawi. Masyarakat sangat semangat dan antusias karena menjadi saksi dan pelaku sejarah 100 tahun Pondok Modern Darusalam Gontor. [Edithya Miranti]



















