Washington, Gontornews — Sebuah kelompok bipartisan senator Amerika Serikat meminta kepada
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, agar mengkampanyekan tindakan
genosida yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap etnis Rohingya di
Rakhine.
Lebih dari 700.000 warga Rohingya terpaksa meninggalkan kampung halamannya setelah militer Myanmar menyerang membabi buta wilayah Rakhine Utara. Akibatnya, sebuah panel HAM PBB yang dipimpin oleh diplomat asal Indonesia, Marzuki Darusman, menegaskan telah terjadi ‘niatan genosida’ yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap etnis Rohingya.
“Kami sangat prihatin (dengan keadaan di Rakhine) meski bukti genosida yang berhasil dikumpulkan oleh Departemen sangat jelas. Meski Departemen belum membulatkan tekad untuk menyebut bahwa tindakan tersebut sebagai genosida,” ungkap surat yang dialamatkan kepada Mike Pompe sebagaimana dilansir Reuters.
Sebelumnya, kantor urusan luar negeri AS, The house of representatives foreign affairs commitee, mendapatkan panggilan khusus dari kantor administrasi Donald Trump yang meminta agar pemerintah AS mengkampanyekan genosida yang dilakukan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya.
Kampanye genosida militer Myanmar terhadap etnis Rohingya dapat berimplikasi pada tindakan penghukuman terhadap pemerintah Myanmar yang saat ini dipimpin oleh pemimpin de facto Aung San Suu Kyi.
“Tidak ada keraguan bahwa kekerasan di rakhine Utara merupakan genosida,” tambah ketarangan dalam surat tersebut.
Surat bipratisan tersebut ditandatangani oleh senator dari Partai Demokrat untuk komite hubungan luar negeri, Bob Menendez, Senator Partai Republik, Marco Rubio serta senator Demokrat Ed Markey, Tim Kaine, Ben Cardin, Jeff Merkley. [Mohamad Deny Irawan]






















